Politik Pemerintahan

14 Ribu Warga Kabupaten Mojokerto Belum Kantongi e-KTP

Masyarakat mendatangi Kantor Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Mojokerto mencatat sebanyak 14 ribu warga Kabupaten Mojokerto belum mengantongi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Ini menyusul, melalui sistem dalam jaringan (daring) Dispendukcapil kesulitan dalam meverifikasi data.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Mojokerto, Bambang Wahyu mengatakan, sejak menerapkan sistem daring atau online di masa pandemi Covid-19, dalam sehari Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto hanya mampu mencetak 250 keping e-KTP. “Jumlah ini, tergolong tinggi,” ungkapnya, Selasa (7/7/2020).

Masih kata Bambang, karena petugas Dispendukcapil mengunakan sistem online. Bahkan, petugas harus menambah nomor layanan kepengurusan Administrasi Kependudukan (Adminduk) per kecamatan. Menurutnya, di hari biasa masyarakat datang langsung dan Dispendukcapil mampu mencetak 750 keping e-KTP.

“Namun karena masa pandemi sehingga kami menerapkan sistem online sehingga masyarakat tidak bisa datang langsung. Permintaan e-KTP memang meningkat karena beberapa faktor, diantaranya masyarakat ada yang masa e-KTP nya habis, pindah domisili, merubah status pekerjaan serta ada yang memasuki usia wajib e-KTP pemula,” katanya.

Selain itu, lanjut Bambang, Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto ada bantuan sosial untuk masyarakat terdampak Covid-19 sehingga hal tersebut dimanfaatkan masyarakat. Jumlah blangko e-KTP sendiri saat ini tersedia sebanyak 3.089 buah. Namun sebanyak 14.468 ribu warga di Kabupaten Mojokerto belum mengantongi e-KTP.

“Yang menjadi kendala sampai saat ini sebenarnya soal verifikasi data kependudukan. Sekarangkan sistemnya online, masyarakat tinggal Whatsapp (WA) ke petugas. Karena jumlahnya yang meningkat di tambah masyarakat masih banyak yang belum memahami persyaratan pembuatan e-KTP secara otomatis ini akan tergeser orang selanjutnya jika persyaratatnya masih kurang,” tegasnya.

Hingga saat ini, tegas Bambang, semua pengurusan adminduk tidak dilayani secara tatap muka langsung. Masyarakat diminta untuk mengajukan permohonan secara sistem daring. Akibatnya, jumlah warga yang belum melakukan perekaman e-KTP di Kabupaten Mojokerto masih cukup banyak, jumlah penduduk yang berusia wajib KTP sebanyak 14 468 orang.

“Selain e-KTP, permintaan meningkat juga datang dari pembuatan akte kelahiran,” pungkasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar