Politik Pemerintahan

14 Kampung Tangguh di Kabupaten Mojokerto Dilaunching

Bupati Mojokerto, Pungkasiasi melaunching Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto menjadi Kampung Tangguh, Kamis (28/5/2020). [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto, Pungkasiasi melaunching Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto menjadi Kampung Tangguh, Kamis (28/5/2020). Desa Balongmojo merupakan satu dari 14 desa di wilayah hukum Polres Mojokerto yang dilaunching sebagai Kampung Tangguh secara serentak.

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, Kampung Tangguh merupakan ide dari Polri dan ditindaklanjuti Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung. “Ide yang luar biasa karena musibah kali ini tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Harus bersama-sama, gotong-royong dan yang tahu permasalahan di tingkat paling bawah,” ungkapnya.

Dengan gotong royong, mandiri dan disiplin karena yang bisa menyelesaikan permasalahan yakni di kampungnya masing-masing. Menurutnya, Pemkab Mojokerto sudah memulai beberapa hal dalam penanganan, penyebaran pemutusan Covid-19, jaringan pengamanan sosial dan ekonomi agar tidak berjalan.

“New Normal merupakan salah satu upaya untuk melawan Covid-19 dan harus dilakukan secara bersama-sama. Pemkab dengan bangga dan apresiasi TNI/polri dengan kegiatan seperti ini. Pemda akan suport dengan memberikan alat kesehatan dan pangan. Tradisi nenek moyang yang diajarkan harus dimulai lagi, gotong-royong dan jimpitan,” katanya.

Bupati Mojokerto, Pungkasiasi melaunching Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto menjadi Kampung Tangguh, Kamis (28/5/2020). [Foto: misti/bj.com]
Rumah-rumah dulu, lanjut orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto ini, ada tempat cuci tangan dan kaki. Bupati meminta agar masyarakat di Kabupaten Mojokerto untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan. Polri tidak henti-hentinya mengamankan keselamatan warga masyarakat.

“New normal harus dilakukan mulai pakai masker, cuci tangan, tidak berhenti penyemprotan. Yang kemarin dilakukan tetap dilakukan tapi dengan gotong-royong dan dilakukan bersama. Cek poin salah satu deteksi dini dalam hal kesehatan, observasi juga ada. Kemanusiaan, empati peduli yang harus ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung menambahkan, selain Desa Balongmojo, ada 14 kampung tangguh lainnya di wilayah hukum Polres Mojokerto yang dilaunching secara serentak. “Target semua desa dibentuk Kampung Tangguh tapi target awal tiap kecamatan ada 3 kampung tangguh didukung TNI dan pemda. Masyarakat cukup antusias,” katanya.

Kampung tangguh bentuk upaya memutus mata rantai Covid-19 dan permasalahan yang ada. Seperti kesehatan, sosial, ekonomi dan keamanan. Dengan motto disiplin dan gotong-royong, di hulu (Kampung Tangguh) diharapkan lebih mandiri dan antisipasi serta waspada. Masalah yang ada bisa diselesaikan secara mandiri dengan cara gotong-royong dan musyawarah.

“Penularan positif sampai saat ini meningkat, Jawa Timur menjadi peringkat 2 tingkat nasional. Alhamdulillah Kabupaten Mojokerto tidak masuk 10 besar di tingkat provinsi. Kita berupaya agar penularan Covid-19 bisa dihentikan tapi jika tidak berhenti maka kita bagian dari masyarakat harus bisa beradaptasi dengan kondisi ini,” paparnya.

Pemerintah pusat akan menentukan tatanan kehidupan baru dengan skema New Normal. Kapolres menegaskan, vaksin Covid-19 hingga saat ini belum ditemukan tapi disiplin merupakan Covid-19 saat ini. Jika disiplin dan gotong-royong sudah dilaksanakan maka mata rantai Covid-19 akan terputus dengan sendirinya.

“Mekanis dan teknis sesuai dengan tahapan yang berjalan. Pemerintah akan memberlakunan tatanan baru New Normal, konsepnya sangat berhubungan. Yakni memandirikan masyarakat, tidak hanya menghadapi Covid-19 tapi masalah lain. Sehingga dengan motto itu mereka mengantisipasi awal bisa diselesaikan dengan masyawarah tingkat desa,” urainya.

Kapolres menjelaskan, di Kampung Tangguh ada peran,fungsi dan tanggungjawab masyarakat untuk menyelesaikan masalah. Masalah di hulu clean maka di hilir kecil sehingga disiplin adalah vaksin paling ampun untuk mengurangi dan memutus nata rantai Covid-19. Kapolres berharap, apa yang sudah dicanangkan harus segera disesuaikan.

“Disiplin masyarakat menyesuaikan dan adaptasi menurun atau tidaknya jumlah positif tapi dengan adaptasi, kebiasaan baru yang bisa dilakukan masyarakat menjadi kebiasaan yang menjadi budaya. Itu tatanan hidup baru yang harus dibiasakan sehingga menjadi normal. Ini upaya mengedukasi masyarakat untuk sadar dan partisipasi, tanpa itu sulit menurunkan angka dan permasalahan,” tegasnya.

Kampung Tangguh Desa Balongmojo diharapkan menjadi pilot project di wilayah hukum Polres Mojokerto dan bisa menular ke semua desa yang ada di wilayah hukum Polres Mojokerto. Kapolres berharap, jangan sampai ada sanksi sosial terhadap warga yang dinyatakan positif Covid-19 namun harus ahu membahu secara gotong-royong agar cepat sembuh.

“Kampung Tangguh ditentukan tidak hanya untuk Covid-19 tapi permasalahan bisa terjadi di tengah-tengah kita, saya berharap petugas bisa melaksanakan. Karena Kampung Tangguh merupakan bagian dari terbentuknya kemandirian masyarakat. Dalam pelaksanaannya saya mengharapkan agar tetap eksis meski nantinya jumlah positif turun,” pungkasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar