Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

13 Pesantren Jadi Pilot Project Program Agri Santriprenuer di Pamekasan

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam (baju putih) saat meninjau usaha pesantren di sela peresmian Pesantren Agri Santriprenuer di Pondok Pesantren Sumber Bungur, Pakong, Pamekasan, Kamis (19/5/2022).

Pamekasan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, merencanakan 13 pesantren berbeda di wilayah setempat, sebagai proyek percontohan dalam rangka mewujudkan pembangunan kemandirian santri melalui program ‘Agri Santriprenuer’.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pamekasan, Ajib Abdullah seputar program yang dibuktikan dengan penandatanganan kerjasama antara Pemkab Pamekasan, bersama Kementerian Agama (Kemenag) dan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Pamekasan.

“Untuk tahun ini, rencananya ada 13 pesantren di Pamakasan, yang kita siapkan sebagai pilot project pesantren berbasis agri santriprenuer,” kata Kepala DKPP Pamekasan, Ajib Abdullah, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga:

    Kebijakan kuota tersebut bukan tanpa alasan, sebab pihaknya menilai jika hal tersebut berhasil nantinya dapat dikembangkan dan diperluas ke sejumlah pesantren lain di wilayah setempat. “Sementara kita lihat perkembangannya, tidak usah muluk-muluk. 13 pesantren ini bisa jos atau real, tentunya sudah sangat luar biasa,” ungkapnya.

    “Jadi sebanyak 13 pesantren yang akan kita jadikan sebagai percontohan kemandirian pesantren berbasis agri santriprenuer ini, tersebar di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan. Nantinya kita bantu sesuai dengan potensi alam di pesantren terkait,” jelasnya.

    Hanya saja pihaknya belum memastikan titik pesantren yang hendak dijadikan sebagai pilot project program Agri Santriprenuer. “Intinya nanti kita sebar di pesantren yang ada dj 13 kecamatan berbeda di Pamekasan,” sambung Pak Ajib, sapaan akrab Ajib Abdullah.

    Lebih lanjut ditegaskan, bantuan dalam program tersebut nantinya akan berbentuk barang sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku. “Bantuannya nanti bisa berbentuk barang, kedepan kita harus berdiskusi dengan lembaga untuk mengetahui potensinya,” tegasnya.

    Sebelumnya Bupati Pamekasan, Badrut Tamam mendorong sejumlah pondok pesantren di wilayah setempat, agar ikut serta dan berkomitmen mewujudkan pembangunan kemandirian santri melalui program ‘Agri Santriprenuer’.

    Hal tersebut disampaikan disela peresmian Pesantren Agri Santriprenuer di Pondok Pesantren Sumber Bungur, Pakong, Pamekasan, Kamis (19/5/2022) lalu. Dilanjutkan dengan penanda tanganan kerjasama antara Pemkab Pamekasan, Kemenag Pamekasan, serta LPPNU Pamekasan. [pin/kun]


    Apa Reaksi Anda?

    Komentar