Politik Pemerintahan

125 KK Jalani Karantina, Pemkot Kediri Jamin Ketersediaan Pangan dan Kesehatan

Kediri (beritajatim.com) – Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar memimpin pres rilis penanganan virus Corona terkini. Penyampaian hasil rilis tersebut dilakukan melalui sambungan aplikasi pertemuan bersama dengan sejumlah wartawan untuk menghindari kontak langsung yang rentan terhadap penyebaran Covid-119.

Berdasarkan data yang dihimpun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-119 Kota Kediri, jumlah ODR di Kota Kediri meningkat 40 orang menjadi 279 orang, ODP juga naik lima orang menjadi 76 orang. Sedangkan PDP sebanyak satu orang berasal dari wilayah Kelurahan Balowerti, Kota Kediri. Adapun jumlah terconfirmasi positif tetap satu orang yang kini tengah menjalani perawatan.

“Kita saat ini sudah mengkarantina wilayah di perumahan. Ini memang aturan pak Presiden, yaitu di Perumahan Permata Jingga.
Sudah kita lakukan selama karantina wilayah, kita adakan penyemprotan, traesing sesuai SOP oleh Gugus Tugas. Lalu sudah kami lakukan pembagian bahan pokok makanan untuk yang terdampak. Serta untuk edukasi sudah dilakukan, masyarakat sudah paham,” beber Mas Abu, panggilan akrab Walikota Kediri, Senin (30/3/2020) petang.

Ada 125 Kepala Keluarga (KK) di Perumahan Permata Jingga yang menjalani karantina. Mereka diisolasi setelah ada salah saorang penghuni perumahan yang terpapar Covid-19. Masa karantina sepanjang 14 hari. Selama masa itu, Pemkot Kediri memberikan bahan makanan untuk mereka. Mulai dari beras jenis premium, kecap, minyak goreng, telur dan buah-buahan.

“Mereka mengisolasi diri. Sistemnya seperti kurir yang mengambil sampah. Misalnya, berasnya habis, kita berikan. Kemudian mereka ingin beli makanan tambahan juga bisa, tetapi hanya dilakukan satu orang. Tata cara pemberian juga tidak boleh bersentuhan tangan,” jelasnya.

Selama menjalani masa karantina, warga dilakukan pemantauan secara rutin. Diantara mereka juga ada yang telah diambil sampling swab karena kontak langsung dengan pasien positif. Meskipun sudah ada warganya yang terkonfirmasi positif, tetapi Pemkot Kediri tidak berani mengambil langkah lockdown. Menurut, Mas Abu, kebijakan tersebut menjadi wewenang pemerintah pusat. Sedangkan pemerintah hanya bisa melakukan karantina wilayah dalam lingkup paling luas tingkatan kecamatan.

“Pemerintah daerah hanya bisa melakkan karantina tingkat kecamatan. Kalau lockdwon khawatir ketersediaan bahan pokok. Kami saat ini karantina dan sifatnya karantina wilayah. Contohnya satu RT, RW atau bahkan bisa kelurahan dan maksimal kecamatan dengan catatan, tidak boleh menutup jalan-jalan utama, karena jalur utama distribusi ke daerah lain,” tegas Mas Abu.

Walikota kembali menitipkan pesan kepada masyarakatnya untuk patuh terhadap aturan social distancing. “Yang kita tekankan disini, masyarakat berada di dalam rumah. Supaya virus tidak menyebar kemana-mana. Di Kota Kediri ini kemungkinan transmisi lokal besar, maka kita menghindari dengan stay at home. Apalagi Kota Kediri kepadatan penduduk sangat rapat,” pesannya. [nm/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar