Politik Pemerintahan

Gandeng IAIN Tulungagung

12 Desa di Kabupaten Kediri Gelar Ujian Perangkat Desa Bersama

Kediri (beritajatim.com) – Puluhan peserta mengikuti tes perangkat desa yang berlangsung di Balai Desa Tugurejo, Kabupaten Kediri. Ujian ini diselenggarakan oleh 12 pemerintah desa yang bekerjasama dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, sebagai pembuat soal.

Murdiman, Kepala Desa Sekaran, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri mengatakan, 12 pemerintah desa penyelenggara tersebar di tiga wilayah kecamatan antara lain, Kecamatan Kayen Kidul, Ngadiluwih dan Grogol.

“Persiapan yang sudah kami lakukan dari pemerintah desa penyelenggara terdiri dari pembentukan tim kepanitiaan yang melaksanakan tugas pentahapan serta bekerjasama dengan perguruan tinggi dengan akreditasi B. Maka kami bekerjasama dengan IAIN Tulungagung, sebagai penyedia soal,” kata Murdiman.

Ketua Tim IAIN Tulungagung, Dr. Mashuri mengatakan, dari 97 pelamar awal, peserta yang melakukan registrasi di kepanitiaan sebanyak 90 orang. Sedangkan tujuh diantaranya tidak hadir dengan berbagai alasan. Diantaranya, ada yang tidak dapat izin dari kampus bagi peserta yang masih duduk di bangku kuliah dan tidak dapat izin atasan, mereka yang masih terikat kerja.

Setelah melakukan registrasi, para peserta tes perangkat desa ini langsung mengikuti ujian di gedung Balai Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Ujian terbagi dalam tiga sesi.

Untuk sesi pertama adalah tes kemampuan akademik yang meliputi, pendidikan agama, Pancasila, UUD 1945, pengetahuan umum, Bahasa Indonesia dan Matematika. Sesi kedua adalah psikotes dan sesi ketiga praktek komputer.

“Nanti skornya, untuk tes akademik 50 persen. Kita sediakan 100 butir soal dengan waktu pengerjaan 90 menit. Sesi kedua juga 100 soal 90 menit dengan skor 30, dan terakhir praktek komputer kita sediakan waktu 60 menit dengan skor 20 persen. Kalau sempurna nilainya 100 persen,” kata Dr. Mashuri.

Ria, salah satu peserta untuk pelamar formasi Kaur Keuangan di Desa Sekaran, Kecamatan Kayen Kidul mengaku, pelaksanaan ujian berlangsung lancar dan transparan, karena panitia penyelenggara terbuka dalam memberikan informasi kepada pelamar. Di Desa Sekaran, ada tiga formasi jabatan antara lain, Kaur Keuangan, Kepala Dusun dan Sekretaris Desa yang kosong dengan pelamar 10 orang.

Untuk menjamin kemurnian hasil ujian, setiap satu pemerintah desa penyelenggaran menerjunkan tujuh orang tim panitia yang bertugas mengawasi pelaksanaan ujian bersama 10 tim kepanitiaan dari IAIN Tulungagung. Sementara itu, hasil ujian peserta bisa langsung diketahui, malam hari setelah tes di balai desa masing-masing.

Sementara itu, dalam seleksi perangkat desa tahun ini, setiap pemerintah desa penyelenggara wajib untuk menggandeng perguruan tinggi dengan akreditasi B, sebagaimana amanat Peraturan Bupati Kediri Nomor 56 Tahun 2018. Hal ini sedikit berbeda dari sebelumnya, yang mana kerjasama dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah sebelum adanya revisi peraturan tersebut. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar