Politik Pemerintahan

11 Parpol di Jember Bersatu, Ingin ‘Head-to-Head’ dengan Petahana

Sebelas partai bertemu di Rumah Makan Lestari, Jember, Rabu (29/7/2020) lalu.

Jember (beritajatim.com) – Sebelas partai politik yang menguasai 50 kursi di DPRD Jember, Jawa Timur, bersatu. Mereka menandatangani surat kesepakatan bersama yang dilayangkan kepada dewan pimpinan pusat masing-masing. Tujuannya: meminta pengurus pusat semua partai bersatu untuk mencalonkan sepasang bupati dan wakil bupati dalam pemilihan kepala daerah tahun ini.

Sebelas partai itu adalah Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Nasdem ( yang memiliki 8 kursi parlemen), PDI Perjuangan, Gerindra (7 kursi), Partai Keadilan Sejahtera (6 kursi), Partai Persatuan Pembangunan (5 kursi), Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat, Perindo (2 kursi), dan Partai Berkarya (1 kursi).

Ada dua butir dalam surat tertanggal 29 Juli 2020 tersebut.
1. Pasca paripurna DPRD Kabupaten Jember dengan agenda Hak Menyatakan Pendapat, kami memohon kepada DPP partai politik untuk mengawal proses hukum ke Mahkamah Agung, karena keputusan menggunakan hak menyatakan pendapat ini didukung dan disetujui seluruh fraksi yang ada di DPRD Kabupaten Jember, yang merupakan representasi dari seluruh partai politik yang ada di Kabupaten Jember dan ini menyangkut marwah serta kehormatan DPRD Kabupaten Jember.

2. Dengan lolosnya incumbent (petahana) sebagai calon independen pada pemilukada tahun 2020 di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur, maka kami memohon kepada seluruh DPP partai politik yang memiliki kursi di DPRD Kabupaten Jember melakukan koordinasi dengan seluruh DPP partai politik sebagai bentuk ikhtiar mengusung satu pasangan calon yang kuat untuk menjadi penantang petahana agar bisa head to head.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Madini Farouq mengatakan, surat tersebut dilandasi keprihatinan terhadap kondisi Jember saat ini. “Kami sepakat mengesampingkan ego partai masing-masing. Dalam momentum Idul Adha, kami berkorban untuk kepentingan masyarakat Jember untuk mewujudkan Jember lebih baik,” katanya, Sabtu (1/8/2020).

“Harapan kami apa yang jadi keprihatinan pimpinan partai-partai di Jember juga menjadi keprihatinan elite-elite politik di Jakarta, sehingga mereka juga berpikir bahwa Jember adalah bagian dari Indonesia yang harus ikut mereka pikirkan,” kata Madini.

“Cukup banyak data dan fakta terjadi, sehinga jangan biarkan Jember seperti ini. Ayo carikan calon yang kuat untuk melawan petahana dengan koordinasi antar DPP. Ya sudah kami manut dengan keputusan DPP masing-masing,” kata Madini.

Ada pimpinan partai yang sempat ingin memberikan kriteria calon bupati dan wakil bupati yang diusung bersama. “Tapi sudahlah, kriteria itu saya pikir DPP lebih paham. Yang penting kita mencari figur terbaik untuk Jember,” kata Madini. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar