Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

11 Calon Haji Kabupaten Kediri Mundur, Ogah Berpisah dari Istri jadi Faktor Utama

Kediri (beritajatim.com) – Sebanyak 11 orang calon haji asal Kabupaten Kediri mengundurkan diri. Mereka batal berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pada tahun ini karena berbagai alasan, paling banyak karena ogah (tidak mau) berangkat terpisah dari istri.

Kasi Haji Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri Abdul Kholiq Nawawi, mengatakan, para calon haji tidak sanggup melunasi biaya penyelenggarakan ibada haji sebesar Rp 34.641.000 hingga batas waktu yang ditentukan.

“Setelah batas waktu konfirmasi pelunasan tanggal 20 Mei 2022, sebanyak 11 jemaah haji Kabupaten Kediri belum melakukan pelunasan,” kata Abdul Kholiq Nawawi, pada Selasa (24/5/2022).

Bagi calon haji yang tidak melakukan konfirmasi pelunasan, imbuh Abdul Kholiq dianggap mengundurkan diri alias tunda berangkat tahun 2022. Namun demikian mereka akan tetap diberikan kesempatan untuk pemberangkatan haji tahun 2023 mendatang. “Jika kesempatan diberikan tiga kali berturut-turut dan yang bersangkutan tetap tidak melakukan konfirmasi pelunasan, maka kepadanya¬† akan di cabut nomor porsinya,” tegas penceramah agama ini.

Dijelaskan olehnya, calon haji yang tidak sanggup melakukan pelunasan menyampaikan beberapa alasan. Selain karena sakit, alasan umum mereka menunda keberangkatan karena terpisah dari pasangannya. “Seperti istri masuk list berangkat tahun ini, tapi suami tidak atau sebaliknya. Ada juga karena sakit. Bahkan ada yang tidak memberikan keterangan,” jelasnya.

Kemenag Kabupaten Kediri saat ini sedang sibuk mempersiapkan proses pemberangkatan calon haji. Tahun ini, Kabupaten Kediri menerima jatah sebanyak 521 orang dan jamaah cadangan 123 orang. Hingga batas akhir pelunasan, sebanyak 510 orang yang melakukan konfirmasi. Sementara untuk jamaah cadangan 104 orang. [nm/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar