Politik Pemerintahan

100 Pelaku Usaha Pariwisata di Kabupaten Mojokerto Terima Vaksinasi Covid-19

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati memantau proses skrining hingga penyuntikan vaksin pelaku usaha sektor pariwisata. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pelaku usaha sektor pariwisata di Kabupaten Mojokerto mulai menerima vaksinasi Covid-19. Sebanyak 100 orang pelaku usaha sektor menjalani proses skrining hingga penyuntikan vaksin dipantau langsung oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Rabu (2/6/2021).

Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disparpora) Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo mengatakan, vaksinasi kali ini diberikan pada 100 orang terdiri dari 60 anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Mojokerto dan 40 orang lainnya merupakan pelaku usaha pariwisata swasta.

“Situasi pariwisata pasca libur lebaran, mulai bergeliat dengan tetap penerapan prokes. Perekonomian juga demikian, terutama libur weekend kemarin sudah terlihat. Vaksinasi hari ini kita berikan 100 dulu. Nanti akan menyusul yang lain, menunggu petunjuk selanjutnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati meminta agar penegakan prokes di tempat pariwisata selalu diutamakan. Bupati juga menjelaskan bahwa jumlah vaksinasi ditentukan oleh Pemerintah Pusat dengan ketentuan skala prioritas. Setelah tenaga kesehatan (nakes), tenaga kependidikan menjadi sasaran utama yang divaksin.

“Mengingat keluarnya instruksi untuk segera melakukan PTM. Vaksinasi Covid-19 kita laksanakan dengan skala prioritas. Kenapa demikian? Karena kewenangan vaksin adalah dari Pemerintah Pusat. Pemda hanya menerima drop, untuk selanjutnya kami bertanggungjawab distribusi dan pelaksanaan,” katanya.

Bupati menjelaskan, kendala sebenarnya hanya di jumlah karena semua sudah ditentukan. Setelah nakes, tenaga pendidikan akan dipikirkan karena para siswa harus melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagaimanapun zonanya. Menurutnya, salah satu syarat wajib PKM sendiri adalah guru harus vaksin semua.

Jika kualifikasi tersebut tidak terpenuhi, maka tidak diizinkan mengajar. Bupati telah menginstruksikan agar vaksinasi tenaga kependidikan harus rampung sebelum dimulainya tahun ajaran baru Juli mendatang.

“Nah, panjenengan yang dari sektor pariwisata kita ikutkan meski belum bisa banyak. Kita selesaikan dulu yang guru, dilanjutkan nanti rekan pelaku wisata yang hari ini belum dapat menerima. Bagi hari ini yang divaksin, mohon jaga kesehatan. Jarak 4 minggu, akan divaksin berikutnya,” ujarnya.

Mengenai pantauan kasus Covid-19 pasca libur lebaran, Bupati mengabarkan bahwa semua masih cukup terkendali. Hal ini harus menjadi motivasi bersama agar penerapan prokes makin ditingkatkan untuk menjaga situasi aman.

“Dalam dua minggu terakhir ini, kita cukup was-was. Karena ini masa tunggu kita untuk menghitung apakah ada lonjakan kasus pasca libur lebaran. Kami terus berkoordinasi dan memantau 4 titik tempat test PCR yakni Labkesda, RS Islam Sakinah, RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo dan RS Gatoel. Hasilnya memang ada tambahan, tapi tidak melonjak signifikan,” tegasnya. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar