Politik Pemerintahan

100 ASN Kota Malang Dapat Pelatihan Karena Miliki Budaya Kerja Rendah

Pelatih ASN Pemkot Malang.

Malang(beritajatim.com) – Walikota Malang, Sutiaji mengatakan budaya kerja di lingkungan Pemerintahan Kota Malang sangat buruk atau masih rendah. Katanya, para Aparatur Sipil Negara (ASN) masih perlu peningkatan budaya kerja.

100 pejabat pengawas dan pelaksana Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Malang pun mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) budaya kerja. Kegiatan ini digelar oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang mulai 14 hingga 18 Oktober 2019.

“Budaya kerja itu dimulai dari diri kita sendiri bagaimana bisa berprestasi. Namun budaya kerja ini bukan ‘one man show’ atau kerja sendiri, melainkan maju bersama-sama,” kata Sutiaji, Senin (14/10/2019).

Sutiaji menyebut, bagi seseorang yang telah menjadi ASN, maka hak intelektual sudah bukan milik pribadi. Namun menjadi milik institusi pemerintah. Untuk itu, ASN harus memiliki integritas agar tidak mencoreng nama baik institusinya.

“Artinya, kemana-mana membawa nama Kota Malang. Misalnya ada ASN yang jalan-jalan ke mall saat jam kerja, yang jelek juga nama pemerintah. Ke depan, akan ada pengadaan rompi khusus bagi ASN yang tidak disiplin. Terlambat masuk kantor misalnya, akan memakai rompi bertuliskan terlambat. Ini untuk memberikan efek jera untuk memperbaiki budaya kerja yang masih jelek,” papar Sutiaji.

Sementara, Kepala BKD Kota Malang, Anita Sukmawati mengatakan pelatihan yang diadakan diharapkan mampu membentuk budaya kerja yang baik. Para peserta juga diharapkan menularkan ilmunya ke rekan-rekan organisasi perangkat daerah lainnya.

“Membangun budaya kerja bersama-sama menyatukan visi misi agar tercapai integritas di institusi masing-masing,” tandas Anita. (Luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar