Politik Pemerintahan

10 Peserta Diklat PIM di Kabupaten Mojokerto Raih Predikat Sangat Memuaskan

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi menutup pelaksanaan kegiatan pelatihan kepemimpinan administrator angkatan I tahun 2020 di Pendapa Graha Maja Tama, Pemkab Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto menutup pelaksanaan pelatihan kepemimpinan administrator angkatan I tahun 2020 di Pendapa Graha Maja Tama, Pemkab Mojokerto. Dari 40 peserta Diklat PIM yang dinyatakan lulus, terdapat 10 peserta yang meraih predikat Sangat Memuaskan dan 30 peserta mendapat predikat Memuaskan.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto, Susantoso menyampaikan bahwa Diklat PIM dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kinerja pejabat administrator khususnya eselon III. Selain itu, kegiatan dimaksudkan untuk memberikan bekal dan meningkatkan kinerja pejabat administrator dalam memimpin bawahan stakeholder.

“Kegiatan dilaksanakan selama 91 hari dengan 87 jam pelajaran, mulai 26 Februari 2020-6 Juni 2020 dengan sistem in-out class,” ungkapnya, Jumat (24/7/2020).

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur, Aris Agung P menyampaikan, meski dalam pandemi Covid-19, kegiatan Diklat PIM bisa dijalankan dengan baik demi mewujudkan peningkatan kualitas ASN. “Kita sempat berhenti karena ada pandemi, tapi itu tidak mengurangi semangat,” katanya.

Pihaknya terus komunikasi dengan BKPP Kabupaten Mojokerto, sehingga acara dapat berhasil digelar. Masih ada lanjutan setelah ini, lanjut Aris, yaitu Pelatihan Kepimpinan Nasional (PKN) yang mana diharapkan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat terus mengikuti dan berkembang dengan potensi-potensinya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Pungkasiadi secara resmi menutup Diklat PIM dan berpesan kepada peserta agar ilmu yang didapat selama pembelajaran pelatihan kepemimpinan dapat dijadikan modal untuk terus berinovasi dan memberi manfaat bagi masyarakat. “Prestasi bukan di sekolah saja, tapi actionnya itu yang ditunggu masyarakat. Itu yang paling penting,” pesannya.

Selain itu, Bupati juga menjabarkan upaya-upaya penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Mojokerto yang saat ini telah berubah warna dari zona merah (risiko tinggi) ke warna oranye (risiko sedang). Prioritas Pemkab Mojokerto saat ini adalah menjaga kesehatan, tapi ekonomi juga harus dijaga agar selamat.

“Kita juga perhatikan betul jaring pengaman sosial (JPS) bagi masyarakat terdampak pandemi, begitupun juga dengan keamanan sosial. Mari kita bersinergi, kita samakan frekuensi. Covid-19 ini belum selesai, jadi kita terus berusaha menanggulangi dengan kerjasama,” tegasnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar