Politik Pemerintahan

10 Pejabat Forkopimda dan Ribuan Nakes Jalani Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Sepuluh pejabat Forkopimda Kabupaten Kediri dan perwakilan tokoh masyarakat ikuti vaksinasi covid-19 untuk perdana. Selain mereka, program vaksinasi tahap pertama ini juga menyasar ribuan tenaga kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan.

Pencanangan vaksin Covid-19 ini bertempat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simpang Lima Gumul Kabupaten Kediri. Para pejabat antara lain, Mulai Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono, Yaya Mulyana Dinkes Kabupaten Kediri.

Ahmad Khotib Ketua IDI, Slamet Turmudi Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Wahyu Sri Astutik Ketua PPNI, Gatot Palwo Edi Kodim 0809, Merlina Heri Agustina Ketua IBI, Rizmi Haitami Azizi Ketua GP Ansor, Topo Rohadi Rumah Sakit Kabupaten Kediri.

Bupati Kediri Haryanti Sutrisno membuka acara vakasini dengan menyampaikan sejumlah pesan kepada masyarakat untuk tidak mempercayai berita bohong seputar vaksinasi Covid-19.

“Percayakan semuanya pada sumber yang resmi dan kredibel,” kata Haryanti dalam sambutannya Kamis (28/1/2021).

Haryanti juga menyampaikan kepada masyarakat untuk mempercayakan vaksin yang sudah dibuat oleh Pemerintah. “Jangan menolak vaksin ini karena sudah aman. Jangan lupa untuk patuhi protokol kesehatan yang ada,” tuturnya.

Bupati dua periode ini juga mencontohkan seperti tenaga medis yang setiap hari berjuang merawat pasien Covid-19 dengan peralatan APD yang lengkap.

“Marilah kita hargai mereka dengan menggunakan masker. Karena dalam beberapa Minggu terakhir rumah sakit di Kabupaten Kediri juga penuh bahkan sampai ada yang antri diluar,” tutupnya.

Untuk mendapatkan suntikan vaksin, tiap peserta wajib menjalani skrenning terlebih dahulu. Selain rentang usia 18 hingga 59 tahun, vaksin sinovac tahap pertama ini hanya diperuntukkan bagi peserta yang belum pernah terpapar covid-19 dan tidak memiliki penyakit komorbid, seperti, tekanan darah tinggi, penyakit diabetes dan gangguan jantung.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono S.I.K menuturkan menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak takut untuk di vaksinisasi. Tentunya, program vaksin dari pemerintah ini untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat sebagai memutus penyebaran virus covid-19.

“Masyarakat jangan takut jika nanti di vaksin oleh pihak tenaga kesehatan. Vaksin ini aman dan halal,” tutur AKBP Lukman S.I.K.

Kapolres Kediri juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi menerima berita hoax jika vaksin ini berdampak buruk. Karena, pemerintah pusat mulai dari Presiden RI, Kapolri, Panglima TNI sudah di suntik pertama kali.

“Masyarakat tidak perlu takut karena vaksin ini tidak berbahaya,” jelas Kapolres Kediri.

Diungkapkan AKBP Lukman, kepada masyarakat bila nanti sudah mendapatkan suntikan vaksin agar tidak meremehkan protokol kesehatan. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan 3M.

“Setelah di vaksin kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mematuhi protokol kesehatan dengan cara 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, ” ungkap AKBP Lukman.

Terpisah, dr. Bambang Triyono, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mengatakan, selain terhadap 10 pejabat dan perwakilan tokoh masyarakat, vaksinasi pertama juga dilakukan terhadap 4.640 tenaga kesehatan yang tersebar pada 68 fasilitas kesehatan.

Sementara itu, jumlah tenaga vaksinator yang dikerahkan sebanyak 3 sampai 5 orang tiap satu puskesmas.

Program vaksinasi tahap pertama di Kabupaten Kediri ditargetkan rampung akhir januari mendatang. Sementara dosis kedua akan diberikan 14 hari setelah dosis pertama selesai, sembari menunggu pengiriman vaksin dari Provinsi Jawa Timur. [nm/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar