Politik Pemerintahan

1 Dekade Bayu Skak Berkarya, Ini Pesan Wagub Emil Dardak

1 Dekade Bayu Skak Berkarya, Ini Pesan Wagub Emil

Surabaya (beritajatim.com) – Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak mengapresiasi kontribusi karya Bayu Skak selama 1 dekade. Hal itu disampaikan pada peringatan 1 Dekade Bayu Skak Berkarya dengan tema Go International With National Pride bersama Singhasari.

“Selamat 1 dekade kepada mas Bayu Skak, Bayu skak adalah salah satu kawan dan putra kebanggaan Jawa timur, komitmen beliau sangat luar biasa terhadap jawa timur” sambut Emil.

Ajak Kreator Temukan Hidden Gem Talent
“Ternyata banyak potensi kreator di Malang Ini banyak” ungkap Emil.

Sebelumnya Wagub Emil sempat mengunjungi secara langsung studio animasi Hompimpa dan Role Play di Malang pada 25 Februari. Hal ini membuat Emil yakin KEK Singhasari ini mampu menjadi ekosistem bagi pelaku industri kreatif.

Senada dengan Emil, CEO Of Singhasari David menjelaskan, “Cita-cita kami bersama adalah menjadikan Jawa Timur sebagai pabriknya konten kreatif di Indonesia”.

Emil mengajak kepada kreator yang ada di Jawa Timur untuk menemukan hidden gem talent. “Kreatornya sudah tersedia, yang harus kita cari adalah hidden gem talent lalu mengembangkannya dengan membawa kekhasan seperti milik mas Bayu ini” ujar Emil.

Tegaskan Komitmen Pemprov Jatim Bangun Industri Kreatif
Wagub Emil menjelaskan bahwa industri kreatif lebih banyak berkembang di Jakarta, sehingga membutuhkan keyakinan kuat untuk mengembangkan ini.

“Industri kreatif seperti ini selama ini masih berfokus di Jakarta nah, mas Bayu ini mengembangkan industri kreatif dengan keyakinan yang kuat untuk menhadirkan talent-talent ini, kalau udah kerja dikit mikirnya duit itu ya susah” jelas Emil.

“Kek singasari ini adalah kepentingan Jawa timur” tambah Emil.

“Untuk menembus midle income kita harus memiliki Knowledge Based Economy , komposisi ini yang mampu memberikan nilai tambah, kita sedang berupaya untuk membangun ekosistem ini di Singhasari melalui KEK Singahsari yang masuk kedalam Perpres 80 tahun 2019” jelas Wagub muda ini.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada BI Jatim yang senantiasa mendukung pemgembangan UMKM dan ekonomi kreatif sangat luar biasa” ungkap Suami Arumi Bachsin ini.

CEO Of Singhasari David menjelaskan dalam pengembangan KEK Singhasari ini kami telah menggandeng beberapa studio animasi di Malang seperti Hompimpa, Roleplay, Paradise. “Sudah ada beberapa studio yang bersedia kami ajak untuk mengembangkan KEK ini” ungkapnya.

Angkat Khasanah Bahasa

Seperti diketahui Bayu Skak selalu tampil dengan gayanya yang khas dengan bahasa daerahnya. Bayu sendiri berharap kreator tidak merasa minder. “Jangan pernah sampai merasa minder dengan mengangkat budaya, bahasa daerah karena jepang dan korea bisa besar dengan mengangkat kekayaan budayanya” ungkap Bayu.

Wagub Emil pun menyambut semangat baik ini. “Kalau mau mengali lagi sebenernya banyak sekali kekayaan khasanah bahasa kita” ujar Emil.

“Kalau cuman sekedar membuat ulang film dengan membedakan sedikit daripada film sebelumnya kita tidak akan memiliki kekayaan khasanah bahasa, nah ini yang dilihat oleh mas Bayu” jelas Emil.

Pemilik nama panjang Bayu Eko Moelito ini bersama kawan-kawannya telah memiliki komitmen untuk terus mengangkat budaya dan bahasa lokal. “Kami telah 1 kepala untuk terus mengangkat budaya dan bahasa lokal, kami bangga sekaligus terima kasih atas supportnya selama ini” tutupnya. [kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar