Politik Pemerintahan

1.600 KK Terdampak Banjir di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Terdapat sebanyak sembilan desa/kelurahan di Pamekasan, yang terkena dampak banjir akibat luapan air sungai yang melanda wilayah Kabupaten Pamekasan selama dua hari terakhir, yakni sejak Sabtu hingga Minggu (22-23/2/2020) lalu.

Bahkan musibah banjir yang melanda empat desa dan lima kelurahan tersebut, juga mengakibatkan sebanyak 1.600 Kepala Keluarga (KK) terdampak. “Berdasar data dari laporan yang kami terima, total warga terdampak banjir sebanyak 1.600 KK,” kata Kepala BPBD Pamekasan, Akmalul Firdaus, Senin (2/3/2020).

“Jumlah tersebut tersebar di lima kelurahan dan empat desa yang terdampak banjir, kelima kelurahan di kecamatan Pamekasan meliputi Kelurahan Barkot, Juncancang, Kangenan, Parteker dan Patemon. Untuk desa meliputi Desa Jelmak, Laden, Lemper dan Sumedangan (Pademawu),” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, fenomena banjir yang melanda Pamekasan awalnya hanya mengenai perkampungan warga di Kelurahan Juncancang, Kecamatan Pamekasan. Selanjutnya meluas ke beberapa kelurahan dan desa lainnya akibat tingginya debet air kiriman dari wilayah utara Pamekasan.

“Sebagai langkah penanggulangan bencana, kami juga menyiapkan berbagai langkah untuk menangani korban banjir. Salah satunya dengan membuka dapur umum, sekaligus mengevakuasi para korban terdampak,” sambung pria yang akrab disapa Akmalul.

Namun demikian pihaknya bersyukur fenomena alam tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa, sekalipun kerugian akibat banjir relatif lebih banyak dibandingkan peristiwa tahun lalu. “Untuk korban alhamdulillah tidak ada, soal kerugian kami belum bisa memastikan dan yang pasti lebih besar dari tahun lalu,” pungkasnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar