Politik Pemerintahan

1.320 Calon Jamaah Haji Kabupaten Kediri Gagal Berangkat Tahun Ini

Kepala Kemenag Kabupaten Kediri Zuhri

Kediri (beritajatim.com) – Lebih dari seribu calon haji asal Kabupaten Kediri dipastikan batal berangkat tahun ini. Perkembangan pandemic Covid-19 menjadi alasan utama pemerintah menunda keberangkatan para calon tamu Allah tersebut.

Namun demikian, bila ada calon haji yang hendak mengambil kembali biaya pelunasan dipersilahkan mengajukan melalui Kantor Kementerian Agama setempat. Pengambilan biaya pelunasan sekitar Rp 15 juta, dapat dilakukan melalui pengajuan dan tidak akan mempengaruhi prioritas keberangkatan tahun mendatang.

Kepala Kemenag Kabupaten Kediri Zuhri mengatakan, pemerintah memastikan menunda keberangkatan haji tahun ini. Jumlah jamaah yang sedianya berangkat sebanyak 1.320 orang, terdiri dari jamaah reguler seribu 150 orang dan sisanya dari pendamping jamaah.

Meskipun terjadi penundaan pemberangkatan, tetapi pihak Kemenag tetap mengupayakan seluruh paspor jamaah. Selain itu, Kemenag telah mendistribusikan buku panduan manasik haji, kepada seluruh calon jamaah.

“Kami tetap menyelesaikan apa yang menjadi hak jamaah. Seperti paspor, kita selesaikan,” kata Kepala Kemenag Kabupaten Kediri Zuhri di kantornya, Kamis (4/6/2020).

Zuhri menyadari kekecewaan dari calon jamaah karena tidak bisa berangkat tahun ini. Namun demikian, menurutnya, keputusan Menteri Agama RI untuk kebaikan semua, serta telah mendapatkan banyak masukan dari berbagai pihak, utamanya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional.

Data Kemenag Kabupaten Kediri menyebutkan seluruh calon jamaah haji tahun ini telah melunasi biaya pemberangkatan. Kemenag menyaranman agar mereka tidak mengambil uang pelunasan, karena selain uang tersebut aman, juga akan mendapatkan nilai manfaat.

Dengan adanya penundaan pemberangkatan satu tahun, maka berdampak pada masa tunggu atau waiting list kabupaten kediri menjadi 41 tahun. [nm/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar