Politik Pemerintahan

1.251 Calon Jemaah Haji Asal Kabupaten Mojokerto Gagal Berangkat

Kepala Seksi Penyelanggaraan Haji dan Umroh (PHU), Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 1.251 calon jemaah haji asal Kabupaten Mojokerto tahun 2020 ini dipastikan gagal berangkat ke tanah suci. Ini menyusul pemerintah pusat melalui Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) membatalkan pemberangkatan ibadah haji tahun 2020 akibat pandemi Covid-19.

Kepala Seksi Penyelanggaraan Haji dan Umroh (PHU), Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali mengatakan, keputusan pemerintah pusat terkait membatalkan pemberangkatan haji tahun 2020 ini, tak lepas dari belum usainya pandemi Covid-19.

“Ada sebanyak 1.251 calon jemaah haji asal Kabupaten Mojokerto yang sudah melunasi, namun karena adanya surat keputusan Menteri Agama RI Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Pemberangkatan Jemaah Haji pada penyelengaraan ibadah haji tahun 1441 H atau 2020 dipastikan gagal berangkat,” ungkapnya, Selasa (2/6/2020).

Masih kata Ali, jika berangkat jemaah haji gelombang pertama dari Indonesia dijadwalkan berangkat ke tanah suci pada tanggal 26 Juni 2020 sampai 10 Juli 2020. Namun karena Arab Saudi hingga kini belum membuka akses masuk bagi negara mana pun terkait pandemi Covid-19 yang belum usai, dimana bisa mempengaruhi keselamatan jemaah.

“Sehingga sebanyak 1.251 calon jemaah haji ini akan diberangkatkan pada tahun 2021 dengan menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Artinya mereka yang gagal berangkat pada tahun ini, akan diberangkatkan pada tahun depan. Sedangkan calon jemaah haji yang rencananya akan di berangkatkan pada tahun 2021, secara otomatis akan tergeser pemberangkatannya pada tahun berikutnya,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya juga sudah mempersiapkan sistem terkait jika adanya keinginan para calon jemaah haji yang meminta uang pelunasan kembali pada jamaah haji di tahun 2020 ini. Meski kendati pandemi Covid-19 belum usai, pihaknya tetap akan melakukan bimbingan haji terhadap ribuan calon jemaah haji yang sudah melunasi pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

“Krannya sudah kita buka, kalau ada jemaah yang ingin uang pelunasan kembali. Tetapi kalau nanti diambil akan ada tahapan-tahapan sendiri. Sebelum adanya Covid-19, kami sudah melaksanakan 6 kali bimbingan sejak 2019 lalu. Nah, tahun ini akan kita lakukan dengan online dengan menggerakkan kordinator di setiap kecamatan hingga musim haji berikutnya,” tegasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar