Politik Pemerintahan

1.202 KK di Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto Terima Bantuan Program JPS

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat penyerahan bantuan program JPS di Pendapa Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 1.202 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto menerima bantuan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi keluarga miskin dari Pemprov Jawa Timur. Ini setelah sebanyak 1.202 KK tersebut masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta keluarga rentan terdampak Covid-19.

Dihadapan Bupati Mojokerto, Camat Dlanggu, Nunuk Jatmiko mengucapkan syukur. “Alhamdulillah, hari ini bisa diserahkan bantuan dari provinsi. Di masa pandemi ini, banyak tambahan-tambahan bantuan. Harapannya, BLT APBD yang diterimakan tiga bulan, semoga bisa ditambah lagi pada P-APBD sampai akhir tahun,” ungkapnya, Rabu (8/7/2020).

Masih kata Camat, di Kecamatan Dlanggu, penerimaan Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp211 juta, sedangkan untuk yang dari Provinsi Jawa Timur tercatat Rp240 juta. JPS Provinsi Jawa Timur sendiri merupakan bansos dengan indeks bantuan Rp200 ribu/Kelurga Penerima Manfaat (KPM) yang diberikan selama tiga bulan.

Dengan sasaran keluarga miskin yang tidak termasuk dalam keluarga yang telah mendapat bansos Kementrian Sosial/Dana Desa/Dana APBD Kabupaten/Program Keluarga Harapan (PKH) atau Program Sembako/Kartu Prakerja/ pekerja yang terkena PHK/dirumahkan tanpa upah serta mengalami pemotongan upah.

Masih dalam pandemi Covid-19, Bupati Pungkasiadi pada sambutan arahan kembali menegaskan bahwa Pemkab Mojokerto tidak akan stop untuk menanggulangi pandemi dari berbagai aspek. Mulai kesehatan, JPS, pemulihan ekonomi dalam tatanan new normal serta keamanan. Bupati juga menjelaskan terkait ketentuan dan aturan yang harus dilaksanakan di dalamnya.

“JPS tidak boleh sampai dobel dan wajib memenuhi administrasi yang ditentukan. Aturannya memang tidak boleh dobel (penerima JPS). Terkait penerapan new normal, Pemkab Mojokerto telah membuat Surat Edaran (SE) yang berkaitan dengan tatanan hidup baru di masa pandemi Covid-19. Karena kita tidak tahu kapan pandemi selesai. Sambil terus berusaha, kita coba hidup tetap produktif, aman, namun tidak sampai tertular Covid-19 dan ekonomi cepat pulih dalam new normal,” jelasnya.

Caranya tentu dengan menegakkan disiplin protokol kesehatan. Di SEMUA tersebut sudah disiapkan semua, mulai SE new normal dan SE penegakan disiplin. Untuk diketahui, JPS Provinsi bagi Kabupaten Mojokerto terdata untuk diberikan pada 23.662 KK yang akan disalurkan secara bertahap. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar