Gresik (beritajatim.com) – Desa Kemangi, Kecamatan Bungah, Gresik, sebagian besar masyarakatnya yang berprofesi sebagai nelayan juga memiliki camilan unik. Yakni, peyek kerang kukur namanya. Peyek ini rasanya gurih, dan bisa bertahan hingga satu minggu cocok buat pendamping makanan.
Erna Hidayati (45) salah satu warga setempat yang juga pembuat peyek kerang kukur menuturkan, di desanya memang banyak jenis kerang seperti kerang hijau, dan kerang tambak. Namun, yang paling cocok dibuat peyek yaitu kerang kukur.
Selain testur dagingnya kenyal dan kecil. Rasanya pun juga gurih, jika dibanding kerang lainnya yang rasanya agak manis.
“Dulu kerang kukur ini bisa dibuat botok, sate dan grinting kerang. Tapi, karena tidak tahan lama. Kami mencoba untuk dibuat peyek, hasilnya cukup untuk menambah penghasilan keluarga,” tuturnya, Senin (4/04/2022).
Proses pembuatanya lanjut dia, hampir sama dengan kerang lainnya. Kerang direbus terlebih dahulu selama 15 menit. Kemudian dijemur sampai kerang selama enam jam. Sehingga, dagingnya mengecil.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kuliner”]
Setelah itu, dicampur adonan dengan bumbu jangkep lalu di goreng. Hasilnya bisa dinikmati, rasa gurih kerang kukur sangat mendominasi, dipadu rasa asin dan sedikit pedas sebagai ciri khas camilan pantura.
“Selama ini pemasaranya hanya menjangkau Pasar Sidayu dan Pasar Gresik serta memenuhi kebutuhan warga setempat. Untuk ke daerah lain hanya sebatas ke Surabaya dan sekitar,” ujarnya.

Camilan atau kuliner peyek kerang kukur ini terbilang baru bila dibanding kuliner lainnya seperti botok kerang, dan sate kerang. Keberadaan camilan ini sangat disukai masyarakat. Rasanya yang gurih dan nikmat untuk dikonsumsi terlebih dipadu dengan nasi pecel. Pemburu kuliner bisa lupa daratan.
Satu bungkus peyek kerang kerang kukur ini dijual dengan harga Rp 15 hingga Rp 20 ribu tergantung isi beratnya. Selain rasanya gurih, kerang juga mengandung protein serta zat gizi yang menyehatkan bagi tubuh manusia. (dny/ted)






