Peristiwa

Youtuber Unggah Video Kerusuhan Asrama Mahasiswa Papua Dihukum 10 Bulan

Surabaya (beritajatim.com) – Majelis hakim yang diketuai Yohanes Hehamony menjatuhkan  hukuman penjara selama 10 bulan pada Andria Ardiansyah, Youtuber asal Kebumen Jawa Tengah yang mengapload video hoaks terkait kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya, Senin (3/2/2020).

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mohammad Nizar dan Rista Erna Sulistyowati yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama satu tahun.

Dalam putusannya, hakim Yohanes menyebut bahwa Terdakwa melanggar Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana, sebagaimana dalam dakwaan ke 2.

Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat atas unggahan video kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) Surabaya yang diambil terdakwa dari salah satu media online Nasional.

“Mengadili, Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menyiarkan kabar yang tidak pasti atau tidak diketahui kebenarannya. Menjatuhkan pidana penjara selama 10 bulan dikurangi selama terdakwa menjalani masa penahanan,”pungkas hakim Yohannes Hehamony.

Perlu diketahui, vonis majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan JPU Kejati Jatim yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 1 tahun penjara.

Dalam kasus ini terdakwa Andria Ardiansyah dinyatakan JPU telah terbukti melanggar pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana terkait unggahan video berjudul provokatif “Tolak Bendera Merah Putih, Asrama Papua Digeruduk Warga”.

Video yang diunggah di akun Youtube-nya tersebut merupakan video lama yang diambil pada 17 Juli 2016. Namun oleh terdakwa, video itu diedit dan diunggah kembali dengan judul provokatif pada 16 Agustus 2019, bersamaan dengan terjadinya kericuhan di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) Surabaya. [uci/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar