Peristiwa

LMI Distribusikan Sembako

Pedagang Cimol Terdampak Covid-19 Itu Akhirnya Bisa Tersenyum

Surabaya (beritajatim.com) – Senyum Khoirul (45) langsung mengembang, usai menerima paket sembako yang diantar langsung ke rumahnya, Selasa (14/4/2020). Paket sembako tersebut berisi beras 5 kg, tepung 1 kg, minyak goreng 1 liter, mie instan 10 bungkus, bumbu dapur 1 set, kerupuk 1 bungkus, dan telur 1 kg.

Sehari-hari Khoirul bekerja sebagai pedagang cimol dan tahu krispi di sekolah. Namun sejak sekolah diliburkan, Khoirul mengaku sudah tidak lagi bisa berjualan dan kesulitan mendapatkan penghasilan.

“Ya sekarang kerja serabutan. Kadang terima jasa setrika. Apapun yang orang lain minta dan saya bisa lakukan, saya terima aja, asal bisa mencukupi kebutuhan hidup,” ungkap khoirul dengan suara berat.

Hal serupa juga diungkapkan salah seorang penjual kerupuk samiler keliling asal Jawa Tengah. Darmo menyampaikan terimakasih kepada LMI (Lembaga Manajemen Infaq) dan para donatur yang turut meringankan bebannya dimasa sulit seperti ini.

Sejak ada imbauan dari Pemerintah Pusat yang diteruskan oleh Pemkot Surabaya agar warganya tinggal di rumah, orang yang berlalu lalang di jalan pun berkurang drastis. Pembeli kerupuk samilernya nyaris tidak ada.

Total ada 773 paket sembako yang didistribusikan melalui 23 kantor layanan Laznas LMI di penjuru Provinsi Jawa Timur. Paket sembako ini merupakan penyaluran bantuan dari dana yang terkumpul melalui kawan-kawan startup kitabisa.com.

Dawud selaku Kepala Perwakilan Jawa Timur Laznas LMI berharap, kepedulian kepada sesama seperti ini dapat terus terjaga hingga masa pandemik ini berlalu.

“Dengan gotong royong seperti ini, beban yang berat akan terasa lebih ringan. Kita masyarakat Indonesia pasti bisa melalui semuanya. Semoga bantuan ini mampu meringankan beban saudara-saudara kita yang perekonomiannya sangat terimbas karena terjadinya wabah corona,” ujarnya. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar