Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Wujud Syukur, Nelayan Lohgung Brondong Gelar Selametan dan Pawai Kapal

Saat berlangsungnya tradisi Selametan Nelayan yang digelar oleh masyarakat nelayan Desa Lohgung Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan, Sabtu (27/11/2021).

Lamongan (beritajatim.com) – Sebagai wujud syukur atas nikmat laut yang diberikan Sang Pencipta, masyarakat nelayan di Desa Lohgung Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan menggelar tradisi ‘Selametan Nelayan’ pada Sabtu (27/11/2021).

Hal itu seperti yang dikatakan Kepala Desa Lohgung, Moh Abdun Nasir. Menurutnya, tradisi Selametan Nelayan ini dilakukan dalam rangka kirim doa sebagai sebagai wujud syukur dari para nelayan desa setempat kepada Allah Swt.

Selain itu, Nasir mengungkapkan, bahwa Selametan Nelayan kali ini digelar tak seperti tahun-tahun sebelumnya, yang gegap gempita beserta kemeriahan di dalamnya. Hal itu lantaran saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.

“Ini merupakan acara tahunan di pesisir Desa Lohgung, lebih tepatnya ulang tahun nelayan. Sebelum pandemi biasanya kita adakan 2 hari 2 malam, berhubung masih dalam suasana pandemi, maka kita adakan kecil-kecilan,” ungkap Nasir, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (27/11/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Nasir juga mengatakan, jika selama 2 tahun sebelumnya, tradisi Selametan Nelayan ini sempat ditiadakan sebab terjadinya lonjakan pandemi Covid-19 yang terjadi di Lamongan saat itu.

“Kegiatan ini sebenarnya rutin kita adakan tiap tahun. Tapi 2 tahun yang lalu kita libur dulu, karena adanya Covid-19,” imbuhnya.

Melalui tradisi ini, Nasir menuturkan, para nelayan berharap agar selalu diberi keselamatan dan keamanan oleh Sang Pencipta saat pergi melaut, sekaligus agar mendapatkan hasil tangkapan laut yang melimpah.

“Selain itu, kami juga berharap, Nelayan Desa Lohgung bisa lebih maju, mandiri, inovatif, dan bertambah banyak rizkinya,” harap Nasir.

Sebagai informasi, dalam tradisi ini juga dilaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan, yakni mulai dari pawai perahu yang dihias dengan berbagai bendera, Istighosah para nelayan beserta masyarakat desa, hingga acara tumpengan atau makan bersama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya jajaran Forkopimcam Brondong, Rukun Nelayan (RN), Pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, tokoh agama, dan petugas kepolisian dari Polairud Polres Lamongan.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar