Peristiwa

Widodo Heru Mantan Kabag Media dan Informasi PT PG Dipanggil Sang Khaliq

Gresik (beritajatim.com) – Berita duka, Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Pesan whatsapp saya di grup wartawan di pagi hari. Setelah dibaca secara runtun. Saya langsung kaget mendengar kabar duka itu.

Telah berpulang ke Rahmatullah H Widodo Heru mantan Kabag Media dan Informasi PT Petrokimia Gresik hari Sabtu (27/6) pukul 23.45 WIB.

Pak Wid nama sapaan akrabnya. Meninggal dunia karena sakit setelah beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit. Yang membuat saya bertambah kaget, almarhum masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP). Sebab, sebelum jatuh sakit, almarhum memiliki penyakit penyerta.

Sosok almarhum memang tak asing bagi rekan-rekan media di Gresik maupun Surabaya. Tidak hanya media, di serikat pekerja Petrokimia Gresik dan warga ring satu perusahaan, sudah sangat akrab dengan almarhum.

Ciri khasnya yang murah senyum, dan enak diajak ngobrol sewaktu berkomunikasi, serta selalu memberi motivator saat berdikusi; tidak bisa lepas dari sosok almarhum.

“Ada kenangan tersendiri dengan almarhum. Orangnya itu selalu memberi solusi dan enak diajak bicara,” ujar Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik, M.Sholahuddin, Minggu (28/06/2020).

Di mata warga ring satu PT Petrokimia Gresik. Almarhum juga kerap memberikan semacam motivator kepada warga. Baik itu berupa pelatihan maupun di luar pelatihan. Harapannya, antara warga dengan perusahaan saling bersinergi serta saling membutuhkan.

“Kenapa warga ring satu diprioritaskan bukan berarti warga di luar itu tidak diperhatikan, dimaksudkan kalau ada apa-apa dengan perusahaan, warga yang didekat pastinya juga turut membantu,” itulah ucapan yang pernah dilontarkan almarhum Widodo Heru.

Sumbangsih pemikiran almarhum terhadap bidang kehumasan Petrokimia Gresik memang tidak diragukan. Entah di bidang internal maupun eksternal. Komunikasi yang dibangun selalu mengedepankan cek dan ricek. Bahkan sewaktu menjabat Kabag Hubungan Komunitas dan Lembaga Departemen Humas.

“Pak Wid itu guru saya sewaktu saya di engineering. Dia itu selalu mengajarkan metode metode bagaimana melakukan inovasi di unit-unit dalam perusahaan,” tutur Vice President Humas Petrokimia Gresik, Awang D. Bachtiar.

Almarhum itu, kata Awang D.Bachtiar, orangnya memiliki integritas tinggi, supel, banyak teman, dan sangat dekat dengan teman-teman media maupun stakeholder di sekitar perusahaan.

Ada kenangan tersendiri sewaktu almarhum melibatkan sejumlah wartawan termasuk penulis saat HUT Petrokimia Gresik ke-43 dalam menerbitkan sebuah buku. Dimana, setiap ulang tahun selalu menonjolkan paparan para direksi. Tapi saat itu di balik, masyarakat yang lebih banyak berbicara mengenai keberadaan PG.

“Wartawan itu harus bisa mengeksplore lebih mendalam. Sebab, mereka yang selalu bersinggungan dengan warga,” ucap almarhum.

Kini almarhum H.Widodo Heru telah dipanggil Sang Khaliq. Kenangan saat minta konfirmasi saat perusahaan Petrokimia Gresik terjadi sesuatu masih membekas. Selamat jalan Pak Wid, panjenengan tiyang sae. Mugi-mugi Husnul Khotimah diampuni segala dosa dan diterima amal baiknya oleh Allah SWT. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar