Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Wereng Serang Lahan Pertanian 14 Kecamatan di Ponorogo

Petani saat membabat tumbuhan padinya yang terkena wereng. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Ternyata bukan hanya Kecamatan Siman saja, yang tanaman padinya diserang oleh hama wereng. Data dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo mencatat ada 14 kecamatan di bumi reyog yang juga diserang oleh serangga biasa penghisap cairan tumbuhan itu.

“Dari data pada pertengahan bulan Maret lalu, ada 44,39 hektare sawah yang terkena hawa wereng,” kata petugas organisme pengendali tanaman (POPT) Dispertahankan Ponorogo, Suwarni, Kamis (24/3/2022).

Dari jumlah lahan tanaman padi yang terkena serangan wereng, Suwarni menyebut tingkat serangannya dalam 3 kategori. Yakni kategori ringan, sedang dan berat. Rincian data lahan pertanian tanaman padi yang terserang wereng dalam kategori sedang ada 39,64 hektare. Untuk kategori sedang sebanyak 4 hektare dan kategori berat hanya 0,75 hektare.

“Kalau kategori ringan itu, kerusakanya 0-25 persen, kategori sedang diatas 25-50 persen. Dan kategori berat mencapai 50-80 persen,” ungkapnya.

Serangan hama wereng ini, sering dilakukan jika sudah mendekati tanaman padi itu panen. Untuk mengurangi serangan wereng tersebut, biasanya para petani melakukan percepatan panen. Misalnya pada seminggu sebelum panen sudah dilakukan panen sendiri.

“Untuk mengurangi serangan wereng, biasanya dibuat panen lebih awal,” pungkasnya.

Petani saat membabat tumbuhan padinya yang terkena wereng. (Foto/Istimewa)

Diberitakan sebelumnya, para petani yang mempunyai lahan pertanian di Desa Ngabar Kecamatan Siman Ponorogo harus sigap oleh serbuan hama wereng. Sebab, sebagian lahan pertanian di desa tersebut kini sudah mulai mengering akibat hama wereng. Ya, wereng merupakan serangga pengisap cairan tumbuhan. Tanaman padi yang sudah terserang hama itu, akan gagal tumbuh dan mengering. Jika sudah parah, petani bisa berpotensi untuk gagal panen.

“Tanaman padi saya ini sudah mulai terkena wereng sejak seminggu yang lalu,” kata Sunyoto, salah satu petani yang menggarap sawah di Desa Ngabar.

Sunyoto mengungkapkan akibat serangan hama wereng ini, dirinya dipastikan mengalami kerugian. Sebab, produksi panenan padinya pasti menurun. Dia memprediksi jika nanti panen per petaknya, hanya akan dapat 4 kuintal. Padahal, jika tanaman padi normal biasanya mencapai 9 kuintal.

“Penurunan produksinya bisa mencapai 60 persen. Kalau normal satu petak sawah dapat 9 kuintal padi, jika terserang wereng gini bisa hanya 4 kuintal,” ungkapnya.

Selain lahan miliknya, Sunyoto juga menyebut bahwa lahan padi milik orang lain juga ada yang terkena wereng. Dia mengaku jika sawah miliknya yang terkena wereng mencapai 2,5 petak.

“Sawah orang lain yang terkena wereng juga banyak, hanya beberapa meter dari sawah saya,” pungkas Sunyoto.

Selain Sunyoto, juga ada lagi petani yang bernama Suwito yang sawahnya terkena wereng. Lahan persawahan yang berada di Desa Jabung Kecamatan Siman sudah terkena wereng sejak 10 hari yang lalu. Segala upaya dilakukan Suwito untuk melakukan pengendalian dari hama wereng tersebut. Yakni dengan melakukan penyemprotan insektisida.

“Padahal sudah mau panen, tetapi malah terkena wereng,” katanya.

Awalnya, tanaman yang terkena wereng itu berubah menjadi menguning. Lambat laun tamanan padi tersebut menjadi kering dan bulir padinya menjadi tidak terisi. Tiga hari serangan wereng itu, Suwito melakukan pengendalian dengan penyemprotan. Namun, hasilnya pun kurang maksimal. Dengan kondisi ini, Dia bisa memastikan alan merugi di panen ini. Sebab pasti produksi padinya menurun.

“Jelas merugi ini, yang memanen pakai alat tradisional pun pasti tidak mau. Ya memanennya bisanya pakai mesin modern, tapi hasilnya pasti dibawah 50 persen,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar