Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Waterpark Dibongkar, Warga Perumahan Citra Garden Resah

Sidoarjo (beritajatim.com) – Perwakilan warga perumahan Citra Garden Sidoarjo mengadu ke anggota dan pimpinan Komisi C DPRD Sidoarjo, soal polusi dampak pembongkaran Waterpark Citra Garden Sidoarjo, Rabu (27/10/2021). Selain itu, warga juga mengadukan soal pembangunan unit rumah dan sarana bisnis yang menganggu kenyamanan warga sekitar.

Remon, salah seorang perwakilan warga perumahan Citra Garden, menilai pihak pengembang Citra Garden tidak profesional.

Pembongkaran waterpark dan pembangunan unit baru tidak pernah disosialisasikan ke warga perumahan. Padahal, akibat pembongkaran Waterpark Citra Garden menyebabkan suara bising dan banyak debu beterbangan.

“Kami warga (perumahan Citra Garden, red) memilih tinggal di perumahan Citra Garden karena sudah punya nama baik. Tetapi kenyataannya pengembangnya tidak profesional. Termasuk soal masalah sampah juga mengambil kebijakan sepihak. Sehingga warga merasa sangat dirugikan,” ujar Remon di hadapan anggota dan pimpinan Komisi C DPRD Sidoarjo.

Hal senada diutarakan Didik, perwakilan warga Perumahan Citra Garden lainnya. Menurutnya, pembongkaran dan pembangunan unit baru, tidak hanya menyebabkan suara bising. Akan tetapi juga menyebabkan kerusakan dinding pada 20 unit rumah warga yang sudah berpenghuni sekitar waterpark.

Yakni rata-rata dindingnya mengalami keretakan. Bahkan pembongkaran itu, menyebabkan sarana sport centre juga tidak ada dan tak bisa dinikmati warga perumahan elit itu.

Warga perumahan Citra Garden ikut hearing bersama Komisi C DPRD Sidoarjo

“Beberapa keluhan itu membuat warga sekarang ini merasa tidak nyaman lagi tinggal di perumahan itu. Apalagi bekas kolam (waterpark) itu akan dijadikan beberapa unit rumah dan area niaga baru. Padahal, di master plannya ada sarana sport centre. Ini sudah tidak sesuai dengan apa yang ditawarkan saat kami membeli di komplek perumahan itu,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Anang Siswandoko meminta pihak kecamatan dan desa harus mengawal hasil rapat dengar pendapat perwakilan warga dan pengembang itu. Harapannya, agar semua yang disepakati dilaksanakan secara keseluruhan.

“Kalau ada kesepakatan yang tidak dilaksanakan, kami akan panggil lagi pihak pengembang. Termasuk soal adanya kompensasi dampak debu dari pembangunan itu,” tegas Anang.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sidoarjo itu menjelaskan, mulai pembongkaran hingga pembangunan unit rumah baru itu sudah berlangsung selama kurang lebih 4 bulan lalu. Namun hingga kini belum ada kompensasi sama sekali untuk warga di sekitar Waterpark Citra Garden.

“Memang kolam renang (waterpark) itu dibongkar dan mau dibangun rumah baru. Karena itu, saya sebagai perwakilan warga akan mengawal terus keinginan warga perumahan tersebut,” tukasnya.

Sementara Perwakilan Manajemen Pengembang Perumahan Citra Garden, Rika Yustina mengaku akan segera menindaklanjuti sejumlah tuntutan warga itu. “Prinsipnya, kami siap melaksanakan apa yang menjadi keinginan dan tuntutan warga itu. Kami siap mengganti segala kerugian yang dialami warga Perumahan Citra Garden,” janjinya. (isa/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar