Peristiwa

Waspadai Longsor Tebing Sungai Saat Musim Hujan

Sungai Bengawan Solo saat musim kemarau kondisinya kering

Bojonegoro (beritajatim.com) – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo mewaspadai longsor tebing dan tanggul sungai Bengawan Solo saat memasuki musim penghujan. Hal itu karena musim kemarau saat ini debit air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu kondisinya kritis.

Petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) 4 Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Hidayat mengatakan, yang perlu diwaspadai saat memasuki musim hujan kedepan adalah banyaknya titik longsor tebing dan tanggul sungai. Karena saat musim kemarau kondisi sungai banyak titik kegiatan yang diindikasi menjadi penyebab kerusakan.

Diantaranya banyaknya penyedotan air irigasi pertanian yang tidak berizin maupun penambangan pasir ilegal. Saat ini BBWS mencatat, sedikitnya ada sekitar 300 titik mesin penyedot air untuk kebutuhan irigasi pertanian yang tidak berizin mulai dari Kecamatan Margomulyo hingga Kecamatan Baureno.

“Banyaknya titik penyedotan air untuk pertanian ini sehingga menyebabkan kondisi debit sungai kering. Kami berharap Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) mengajukan izin,” ujarnya, Sabtu (26/10/2019).

BBWS sendiri, kata dia, sudah menyediakan blangko perizinan untuk penyedotan air irigasi pertanian secara gratis. Izin penyedotan air diperlukan agar BBWS bisa mengukur kebutuhan air untuk pertanian. “Diluar untuk usaha, izin pengambilan air ini tidak dipungut biaya,” terangnya.

Selain banyaknya penyedotan air irigasi, kerusakan sungai terjadi juga karena banyaknya penambangan pasir ilegal disepanjang sungai. Pihaknya mengaku belum mengetahui pasti jumlah penambangan pasir yang ada di sepanjang sungai yang melintas di Bojonegoro. “Karena ketika kita lakukan pendataan langsung, penambang ini tidak ada,” jelasnya.

Hidayat menambahkan, salah satu upaya yang bisa dilakukan BBWS untuk mengantisipasi longsor tebing dan tanggul sungai adalah dengan melakukan pembangunan. Salah satu tanggul yang akan dibangun diantaranya tanggul di Kecamatan Kanor. “Tapi kendalanya sekarang pengajuan anggaran yang kami lakukan belum turun,” pungkasnya. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar