Peristiwa

Waspada Hujan, Bantaran Sungai di Kota Malang Rawan Longsor

Lokasi tanah longsor di Perumahan Sulfat Inside, Jalan Sadang RT 09 RW 18, Bunulrejo, Kota Malang.

Malang(beritajatim.com) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena iklim global La Nina atau cuaca ekstrem akan terjadi hingga Mei 2021. Termasuk wilayah Malang Raya. Hujan lebat dan potensi longsor menjadi ancaman bencana di wilayah Malang Raya.

Kepala BPBD Kota Malang, Ali Mulyanto mengatakan setidaknya sudah ada 35 titik longsor yang terjadi di kawasan bantaran sungai Brantas di Kota Malang hingga kini. Sementara prediksi BMKG pada Maret-April 2021, curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi kategori menengah hingga tinggi, yaitu 200-500 milimeter per bulan.

“Ada 2 hal yang perlu diperhatikan. Kalau seandainya di atas terjadi hujan, lalu air sungai di Kota Malang sudah terlihat keruh, artinya harus waspada. Bahwa di atas sudah terjadi hujan yang lebat, dan ada peningkatan volume air juga sedimen,” kata Ali, Senin, (22/2/2021).

Ali mengatakan, wilayah rawan longsor di Kota Malang tersebar sejak wilayah Samaan, Penanggungan, Rampal celaket, Karangbesuki, Jodipan hingga Bandulan. Untuk itu, BPBD mengimbau warga yang tinggal di pemukiman bantaran sungai untuk selalu waspada terutama saat hujan turun.

Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan, mengungkapkan kondisi geografis dan geologi Kota Malang berada di perbukitan. Sebagian besar tanahnya terbentuk dari hasil pelapukan material erupsi di masa silam. Sehingga tanahnya relatif mudah erosi. Ciri yang harus dikenali oleh masyarakat adalah saat mulai muncul retakan di bangunan rumah maka terindikasi pergerakan tanah.

“Jika rumah sudah mulai ada retakan, itu ada indikasi pergerakan tanah dan rawan longsor. Tanah mudah longsor saat jenuh apalagi sudah terbebani aktivitas manusia di atasnya,” ujar Raymond.

Raymond mengungkapkan, berdasarkan catatan Perum Jasa Tirta I Sungai Brantas pernah mencatatkan debit terbesar pada Desember 2007. Sementara, elevasi Kota Malang sekitar 380 hingga 400 meter di atas permukaan laut, sedangkan dasar sungai berada di 360 hingga 370 meter di atas permukaan laut.

“Imbauan kami warga yang akan membeli rumah, maupun apartemen di kawasan sempadan atau dekat sungai perlu mempertimbangkan kembali. Pastikan jaminan keamanan yang menjadi kewajiban developer atau pengelola apartemen itu tersedia,” tandas Raymond. (luc/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar