Peristiwa

Waspada Corona, PJT I Sterilisasi Kantor dan Lokasi Wisata

Malang (beritajatim.com) – Wabah corona virus disease (covid) 19 di Indonesia mulai diantisipasi oleh banyak pihak. Salah satunya, Perum Jasa Tirta (PJT) I yang melakukan proses sterilisasi dengan menyemprotkan cairan disinfektan.

“Penyemprotan ini kami lakukan sebagai langkah preventif penyebaran Covid-19. Seperti diketahui, bahwa penyebaran virus ini cukup cepat, sehingga kami harus mengambil langkah antisipasi untuk mencegah,” ungkap Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan saat dikonfirmasi, Minggu (22/3/2020).

Sasaran yang disterilkan untuk tahap awal, kata Raymond, adalah lokasi kantor perusahaan, baik di kantor pusat (Malang) dan diseluruh kantor divisi dan sub divisi. Seperti diketahui wilayah kerja PJT I mencakup lima wilayah sungai, yakni Brantas (Jawa Timur), Bengawan Solo (Jawa Tengah dan Jawa Timur), Serayu Bogowonto dan Jratun Seluna (Jawa Tengah), serta Toba Asahan (Sumatera Utara).

Tahap kedua, penyemprotan juga dilakukan di lokasi wisata yang dikelola oleh PJT I. Perusahaan plat merah itu mengelola beberapa lokasi pariwisata bendungan atau waduk, seperti Selorejo dan Sutami Karangkates (Kabupaten Malang), Wonorejo (Kabupaten Tulungagung), Bening (Kabupaten Madiun) dan beberapa lokasi wisata lain di lima wilayah sungai.

“Penyemprotan disinfektan di lokasi wisata juga menjadi salah satu prioritas kami, karena menjadi lokasi tujuan wisata bagi masyarakat. Dalam waktu dekat ini, sterilisasi menggunakan disinfektan akan kami lakukan,” tegas Raymond.

Namun, Raymond juga menyarankan pada masyarakat agar sementara waktu dalam masa darurat Covid-19 saat ini agar lebih banyak tinggal di rumah. “Kalau bisa yang mau liburan seperti di bendungan yang kami kelola agar ditunda dulu. Ini penting, untuk menekan dan mengurangi potensi penyebaran virus corona,” imbaunya.

Masih kata Raymond, imbauan dari pemerintah untuk menghidari kerumunan massa dan melakukan social distancing harus dipahami dan dilaksanakan. “Sementara waktu, hindari berwisata. Lebih baik untuk siswa belajar di rumah dan orang tua yang tidak berkepentingan mendesak agar tidak berpergian dulu,” paparnya.

Selain penyemprotan disinfektan, PJT I melalui labroratorium yang dimiliki juga mulai memproduksi hand sanitizer. Hanya saja, sementara ini produk masih dimanfaatkan bagi karyawan atau untuk internal perusahaan.

“Hand sanitizer ini dibuat petugas lab kami dengan menggunakan ethyl alkohol 96 persen. Kami masih produksi terbatas dalam jumlah ratusan liter, karena memang bahan bakunya sulit untuk didapatkan. Jika pemerintah bisa menyiapkan bahan bakunya, petugas lab kami juga siap membantu untuk memproduksi lebih banyak agar dapat dibagikan juga untuk masyarakat,” kata Raymond mengakhiri. [yog/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar