Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Warung Kopi di Jombang Dilempari Batu oleh Konvoi Rombongan Pesilat

Anggota salah satu perguruan silat saat melakukan konvoi di jalan nasional Jombang, Kamis (19/5/2022)

Jombang (beritajatim.com) – Konvoi ratusan anggota pesilat Pagar Nusa (PN) membuat ulah di Jombang, Jawa Timur, Kamis (19/5/2022). Mereka memadati jalan nasional, Mojoagung-Jombang. Tentu saja, aksi massa ini memicu kemacetan.

Selain itu mereka juga menyerang pemotor lain yang melintas di jalan nasional itu. Bahkan, saat melintas di Jl Gatot Subroto Jombang, sejumlah peserta konvoi sempat melempari batu warung kopi yang ada di area kampus Undar (Universitas Darul Ulum). Beruntung, tidak ada korban dari pelemparan ini.

“Benar, warung saya sempat dilempari batu. Tapi beruntung, tidak ada yang mengenai pengunjung warung. Juga tidak mengenai warung. Batu jatuh di sebelah warung,” ujar Mustajib, pengelola warung kopi tersebut.

Konvoi ratusan anggota perguruan silat ini menuju Polsek Mojoagung Jombang. Selain dari Jombang, mereka datang dari kabupaten/kota lain. Di antaranya, dari Mojokerto, Kediri, Bojonegoro, serta Lamongan. Kedatangan mereka meminta polisi agar segara mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menimpa anggota Pagar Nusa. Sedangkan pelakunya, diduga dari kelompok pesilat lain. Kejadiannya pada April 2022.

Ratusan orang yang datang mengendarai sepeda motor ini sempat berkumpul di depan Polsek Mojoagung. Setelah itu, mereka kembali melakukan konvoi melintasi jalan nasional. Mereka bergerak ke arah barat. Mereka mendominasi jalanan. Bahkan pengguna jalan lain sempat mendapatkan kekerasan dari mereka.

Ketua Perguruan Silat Pagar Nusa (PN) Jombang, Abdul Rohim membenarkan bahwa yang datang itu merupakan muridnya. Namun dirinya sudah meminta dan mengingatkan agar seluruh elemen Pagar Nusa di Jatim tidak menurunkan anggotanya.

“Kami tidak pernah menginstruksikan mereka untuk datang ke Jombang. Kami berharap tidak ada demo lagi di Kabupaten Jombang. Kami minta maaf ke Kapolres Jombang dan Kapolsek Mojoagung,” ujarnya.

Terkait kedatangan anggota Pagar Nusa ke Polsek Mojoagung, Abdul Rohim mengatakan karena adanya kasus hukum yang terjadi di Jombang dan melibatkan perguruan lain. “Anggota kami ingin dipertemukan dengan anggota silat lain yang membuat onar,” pungkasnya. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar