Peristiwa

Wartawan Ponorogo Nyalakan Lilin untuk Keadilan

Ponorogo (beritajatim.com) – Aksi solidaritas untuk Nurhadi, wartawan majalah Tempo yang menjadi korban kekerasan saat bertugas, terus mengalir dari sesama wartawan di tanah air. Mulai dari pernyataan sikap, melakukan unjuk rasa, mengadakan teatrikal.

Di Ponorogo, puluhan wartawan dari berbagai media, baik siber, cetak maupun elektronik mengadakan doa bersama dan menyalakan lilin. Mereka juga memasang poster bertuliskan kecaman atas  tindak kekerasan terhadap Nurhadi.

Aksi tersebut dilakukan di depan gedung DPRD Ponorogo pada Selasa (30/3) malam. Dengan menyalakan lilin, mereka berharap ada cahaya keadilan untuk rekan sejawatnya, Nurhadi.

“Kegiatan ini bentuk rasa solidaritas kami sebagai sesama jurnalis untuk wartawan majalah Tempo, Nurhadi. Dengan berdoa bersama dan menyalakan lilin, kami berharap ada cahaya keadilan untuknya,” kata salah satu peserta aksi, Nur Yasin, Rabu (31/3/2021).

Dengan banyaknya gelombang kecaman di berbagai daerah atas tindakan kekerasan terhadap Nurhadi, Nur Yasin berharap aparat penegak hukum juga cepat menuntaskan kasus tersebut. Dia meminta Kapolda Jatim segera menangkap para pelaku kekerasan dan penyekapan.

“Kami meminta Bapak Kapolda Jatim untuk segera menuntaskan kasus tersebut. Menangkap para pelaku dan mengadilinya,” katanya.

Kekerasan terhadap Nurhadi ini, bisa menjadi preseden buruk berlangsungnya pers nasional. Dengan mengadili dan menghukum pelaku kekerasan terhadap jurnalis, bisa membuat perbuatan ini tidak terjadi lagi di masa mendatang. Masyarakat harus mengetahui bahwa profesi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya dilindungi oleh undang-undang.

“Tugas jurnalistik kami dilindungi undang-undang, sudah seharusnya aparat penegak hukum melindungi kami dari aksi-aksi kekerasan seperti yang dialami oleh Nurhadi,” pungkas Nur Yasin.

Untuk diketahui, pada hari Sabtu (27/3) lalu wartawan Majalah Tempo  Nurhadi mengalami tindakan kekerasan saat menjalankan tugasnya. Selain tindak kekerasan, dirinya juga sempat ditahan di sebuah hotel di Surabaya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar