Peristiwa

Peringatan HPN ke 74

Wartawan Digembleng Polres Probolinggo Kota

Probolinggo (beritajatim.com) – Cara jurnalis Probolinggo, merayakan Hari Pers Nasional (HPN) ke 74 kali ini benar-benar berbeda. Jika tahun-tahun sebelumnya cukup menggelar tasyakuran, HPN 2020 ini dirayakan dengan menggelar upacara bendera.

Bermula inisiatif Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Ambariadi Wijaya, agar rangkaian acara HPN didahului upacara bendera. Gayung bersambut, selama sepekan, tujuh kuli tinta sehari-hari berkutat dengan dunia menulis, mendapat pelatihan baris-berbaris, hingga sukses menjadi petugas upacara.

Berlokasi di halaman Museum Probolinggo, JL. Suroyo, selain para jurnalis,  anggota Polres Probolinggo Kota, Dinas Perhubungan Kota, dan Satuan Polisi Pamong Praja, juga ikut dalam upacara HPN ke 74.

Untuk jurnalis, pakaian yang dikenakan bebas dan rapi. Diantaranya juga nampak mengenakan surban, blangkon, maupun ikat kepala.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara AKBP Ambariadi Wijaya. Sedangkan tamu vip diantaranya nampak hadir Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, Wakil Wali Kota Probolinggo Saufis Subri, Dandim 0820 Probolinggo Let Kol Inf. Imam Wibowo, dan Ketua MUI Kota Probolinggo KH Nizar.

Dalam kesempata itu Ambar menyatakan, tantangan yang dihadapi insan pers masa kini semakin nyata. Terutama memerangi informasi abal-abal atau hoaks. “Digitalisasi proses komunikasi membuat setiap orang menjadi produsen berita. Semuanya bisa memberitakan apa yang dia lihat, apa yang dia alami. Ada berita yang obyektif, tapi banyak juga berita bohong, hoaks, membuat gaduh, penuh dengan caci maki, fitnah, memecah-belah masyarakat dan bahkan mengancam persatuan bangsa,” katanya. “Tetapi saya yakin, bahwa ini nantinya justru semakin mendewasakan kita, akan mematangkan kita dan menjadikan kita tahan uji,” lanjut perwira dua melati itu.

Media mainstream, lanjut dia, harus mampu menjernihkan kekeruhan yang terjadi di media sosial. Tidak ikut larut dan memungut isu-isu yang belum terverifikasi di media sosial sebagai bahan berita. “Pers yang bertanggung jawab adalah benteng terbaik bagi masyarakat untuk menampik berita hoaks. Kita semua percaya di era lompatan kemajuan teknologi dan di era melimpahnya informasi dan mis-informasi, peran pers makin dibutuhkan,” tutupnya.

Usai upacara, Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin berharap, peringatan HPN menjadi momentum untuk sama-sama membangun kemajuan bangsa.

“Tentunya ini menjadi momentum yang baik, pers dan pemerintah harus saling bersinergi untuk sama-sama membangun bangsa. Hilangkan semua perbedaan yang ada. Kami berharap pers memberi masukan konstruktif membangun Kota Probolinggo,” katanya. (eko/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar