Peristiwa

Warisan Gus Sholah untuk Indonesia

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama almarhum Gus Sholah saat menghadiri acara wisuda di kampus Unhasy (Universitas Hasyim Asyari) Tebuireng Jombang, beberapa waktu lalu

Jombang (beritajatim.com) – Selama hidup, pengasuh pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah banyak mendarmakan dirinya untuk pendidikan. Maka tidak heran, ketika dipimpin Gus Sholah, pesantren Tebuireng berkembang cukup pesat. Sejumah cabang baru Tebuireng didirikan hingga luar pulau.

“Banyak yang diberikan Gus Sholah untuk kita. Banyak warisan beliu untuk Indonesia, terutama masalah pendidikan. Baik itu pendidikan agama maupun pendidikan umum,” kata KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, wakil pengasuh pesantren Tebuireng Jombang, Selasa (4/2/2020).

Dua unit pendidikan terbaru yang didirikan pada era Gus Sholah adalah SMA Trensains (Pesantren Sains) dan SDI Tebuireng Ir Soedigno. SMA Trensains didirikan pada 2014 oleh Gus Sholah. Peresmiannya pada 23 Agustus 2014 oleh Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Saifuddin.

Berdirinya SMA Trensains dilatarbelakangi adanya keinginan Gus Sholah mencetak generasi unggul dalam bidang sains kealaman, serta generasi yang dapat menjadikan Alquran sebagai basis epistemologi dalam pengembangan sains. Sekolah ini berada di Jl Raya Jombang-Pare KM 19 Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, Jombang.

Kurikulum SMA Trensains Tebuireng disebut ‘kurikulum semesta’. Yakni, unifikasi dari kurikulum nasional, kurikulum muatan kearifan pesantren sains (MKPS), dan kurikulum internasional (Cambridge Curriculum). Walhasil, saat pertama mengikut UNBK (2017), dari 44 sekolah di Jombang yang memiliki jurusan IPA, SMA Trensains menempati peringkat ketiga dengan nilai rata-rata 64,34.

Sedangkan SDI Tebuireng Ir. Soedigno didirikan Gus Sholah pada 2013 di Desa/Kecamatan Kesamben Jombang. Didirikannya sekolah ini untuk membentuk generasi yang beriman, berilmu dan berakhlaq. Seiring laju waktu, sekolah ini banyak diminati. Muridnya mencapai ratusan.

Jenazah Gus Sholah disalati ribuan orang di masjid pesantren Tebuireng, Senin (3/2/2020)

Bukan hanya di Jombang, menurut Gus Kikin, cabang pesantren Tebuireng juga didirikan di luar provinsi, bahkan luar pulau. “Terbaru, saya dan Gus Sholah meresmikan pesantren Tebuireng di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Jadi sekarang ini sudah berdiri 14 cabang Tebuireng,” ujar Gus Kikin yang juga cicit pendiri NU Hadratus Syaikh Hasyim Asyari.

Sebanyak 14 cabang itu di antaranya; pesantren Tebuireng II di Jombok Ngoro Jombang, pesantren Tebuireng III Hajarun Najah Indragiri Hilir Riau, pesantren Tebuireng IV Al Islah Indragiri Hulu Riau, pesantren Tebuireng V Ciganjur Jakarta, pesantren Tebuireng VI Binaumma Cianjur, serta pesantren Tebuireng VII Miftakhul Khoir Bolaang Mongondow Timur Sulut (Sulawesi Utara).

Kemudian, pesantren Tebuireng VIII Petir Serang Banten, pesantren Tebuireng IX Al Kamal Sibolangit Deli Serdang Sumut (Sumatera Utara), pesantren Tebuireng X Al Hijaz Rejang Lebong Bengkulu, pesantren Tebuireng XI Ambon Maluku, pesantren Tebuireng XII Darul Sholihin Tulang Bawang Barat Lampung, pesantren Tebuireng XIII Pandeglang Banten, serta pesantren Tebuireng XIV Madani Bintan Kepualuan Riau, serta pesantren Tebuireng XV Samarinda Kaltim.

“Sedangkan pesantren Tebuireng pusat berada di Cukir, Jombang. Seluruh cabang tersebut didirikan oleh Gus Sholah. Itulah warisan yang akan kami teruskan. Banyak sekali yang bisa kita pelajari dari Gus Sholah,” ujar Gus Kikin yang dipersiapkan oleh Gus Sholah untuk menggantikannya sebagai pengasuh Tebuireng.

Gus Sholah mengembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (2/2/2020) sekitar pukul 20.55 di RS Harapan Kita Jakarta usai menjalani operasi penyakit jantung. Gus Sholah adalah pengasuh pesantren Tebuireng yang ketujuh atau 2006 hingga 2020, sejak generasi sang kakek KH Hasyim Asyari (pengasuh Tebuireng 1899-1947).

Gus Sholah, lahir di Jombang 11 september 1942. Mantan Wakil Ketua Komnas HAM ini merupakan putra ketiga dari enam bersaudara dari pasangan KH Wahid Hasyim dan Nyai Hj. Sholihah.

Gus Sholah menempuh pendidikan umum mulai dari SD Perwari Salemba, SMP Negeri 1 Cikini, kemudian SMA Negeri 1 Budi Utomo hingga menamatkan kuliahnya di jurusan Arsitek ITB (Institut Teknologi Bandung). [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar