Peristiwa

Warganet Sebut Harga Nasi Pecel Tumpang di Jalan Doho Kediri Mahal

Kediri (beritajatim.com) – Kota Kediri kembali diterpa kejadian viral beberapa kurun waktu terakhir ini. Selain dugaan telur palsu, kini warganet Kota Kediri dihebohkan dengan harga nasi pecel tumpang yang terbilang cukup mahal.

Padahal, untuk sajian menu kuliner satu ini merupakan salah satu ikon Kota Kediri selain dijuluki sebagai Kota Tahu.

Adanya keluhan warganet atas mahalnya harga nasi pecel tumpang itu menyebutkan terletak di Jalan Doho Kota Kediri. Kabar tersebut beredar sejak Kamis (13/5/2021). Disebutkan dalam pengakuan konsumen tersebut untuk dua nasi pecel tumpang ditambah lauk telur dipatok dengan harga Rp 45.000.

Sementara itu, menanggapi keluhan tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) meminta agar pedagang mencantumkan menu dan harga di setiap penjual makanan.

Kepala Disperdagin Kota Kediri, Tanto Wijohari menjelaskan setelah kabar tersebut ramai di media sosial, pihaknya langsung melakukan controlling dengan mendatangi pedagang di Jalan Doho untuk mendapatkan keterangan yang sebenarnya. Selain itu juga dilakukan pembicaraan dengan ketua kelompok pedagang mengenai keluhan yang disampaikan oleh warganet.

Setelah mendapat keterangan dari pedagang, diketahui memang pada saat itu beberapa pedagang yang buka saat Idulfitri meningkatkan harga jual karena harga bahan baku dan pegawai mengalami kenaikan. “Harga bahan baku selama Idulfitri kemarin kan naik, selain itu agar tetap ada pegawai saat Hari Raya Islam gajinya dinaikkan. Menurut keterangan dari pedagang tersebut dari 30 pedagang hanya 17 yang berjualan sehat di waktu Idulfitri,” katanya.

Menurutnya, pedagang bersangkutan sudah beritikad baik untuk menemui pembeli. Namun setelah berkomunikasi dengan kelompok pedagang dan Disperdagin akhirnya seluruh pedagang hanya perlu mencantumkan daftar harga di setiap lapaknya.

“Sekarang disepakati pedagang di Jalan Doho agar mencantumkan daftar harga. Tulisannya harus besar dan harus bisa dibaca pembeli sebelum makan di sana,” imbuhnya.

Tanto berharap dengan kejadian tersebut tidak mencoreng nama baik kuliner daerah Kota Kediri dan berimbas pada penurunan wisatawan lokal atau luar daerah yang mampir makan di Jalan Doho. “Tidak hanya tumpang pecel saja tetapi juga nasi goreng. Harganya ternyata juga naik saat momen Ramadan kemarin,” pungkasnya.

Sementara itu, Endah salah satu pedagang nasi pecel tumpang di Jalan Doho mengaku penjualannya sepi setelah kabar tersebut beredar. “Jadi dampaknya terkena semua. Padahal untuk harga nasi pecel tumpang di saya normal untuk se porsi Rp 8.000,” ujarnya.

“Jadi jangan sampai pembeli ragu untuk membeli nasi pecel tumpang di Jalan Doho ini. Pasti setelah adanya kunjungan dari pihak Dinas, maka harga dipastikan akan kembali normal. Terlebih juga adanya saran untuk mencantumkan daftar harga makanan. Jadi, silahkan pembeli tak perlu khawatir harga akan mahal,” tuturnya. [nm/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar