Peristiwa

Warga Waru Sidoarjo Apresiasi Hadirnya Kampung Tangguh

Sidoarjo (beritajatim.com) – Penerapan kampung tangguh di Desa/Kecamatan Waru dalam menghadapi penyebaran Covid-19 menunjukkan perkembangan yang baik. Dari sekitar 542 jiwa, 21 warga yang terkonfirmasi positif, ada 9 warga yang sembuh. Selain itu, sebelumnya juga ada dua warga yang berada di RW 12 tersebut, meninggal dunia.

Wagianto warga RT 02 RW 12 Desa Waru memberikan kesaksian bahwa selama menjalani perawatan di rumah sakit, dirinya terus ikuti anjuran tim medis. “Saya berharap agar masyarakat yang menjalani perawatan supaya menurut apa yang disuruh perawat supaya bisa sembuh,” ujarnya.

Begitu juga dikatakan Yasminah warga RT 03/RW 12 Desa Waru, dirinya merasa semangat. Karena dalam menghadapi Covid-19 banyak yang mendukung untuk kesembuhan penyakit yang dideritanya. Selama pasien ikuti anjuran tim medis, maka akan bisa sembuh.

“Pokoknya jangan stres, dan makan yang bergizi, minum vitamin serta hidup sehat, Insya Allah akan sembuh,” imbuhnya.

Dia juga mengapresiasi adanya Kampung Tangguh karen dinilai sangat bermanfaat dalam situasi pandemi Covid-19. Selama menjalani perawatan, dia tidak memikirkan keluarga yang di rumah karena bahan makan sudah disediakan oleh desa. “Alhamdulillah, sekarang sudah sembuh,” pujinya.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji mengatakan dalam kesiagaan pengamanan dan penangamanan tentang keberadaan Kampung Tangguh di Desa Waru, dinilai benar-benar membantu masyarakat dalam memutus mata rantai Covid-19.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji

Dimana warga di RW 12 Desa Waru ini sedang menjalani isolasi mandiri sehubungan dengan adanya pasien dinyatakan positif. Perkembangan yang ada dalam kasus Covid-19, juga menunjukkan ke arah yang baik. “Yang sakit sembuh, dan yang sembuh tidak menjadi sakit karena mengikuti aturan atau anjuran pemerintah,” papar dia.

Sumardji merinci, total ada 183 Kampung Tangguh di Kabupaten Sidoarjo. Dari jumlah itu, 67 Kampung Tangguh merupakan pilot project yang nantinya dapat dijadikan contoh bagi desa lainnya. Nantinya Kampung Tangguh ini akan dilombakan, yang inti kriterianya adalah yang sehat jangan sampai sakit dan yang sakit jangan sampai meninggal, dan harus sembuh.

“Untuk memenuhi kebutuhan di Kampung Tangguh ini yaitu bagi yang termasuk dalam satu wilayah ada pengusaha/pabrik atau orang yang mampu harus membantu keberadaan kampung tangguh. Atau memenuhi kebutuhan yang ada dalam kampung tangguh tersebut,” jelasnya. [isa/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar