Peristiwa

Warga Tuban Ditemukan Mengapung di Sungai Bengawan Solo Gresik

Petugas dibantu nelayan Pangkah Kulon mengevakuasi mayat terapung di Perairan Sungai Bengawan Solo Gresik, Sabtu (6/2/2021)

Gresik (beritajatim.com) – Pekerja proyek PT Saka Indonesia, digegerkan dengan penemuan mayat di perairan Sungai Bengawan Solo Gresik. Jasad korban berjenis kelamin laki-laki itu, saat ditemukan dengan kondisi tengkurap.

Korban bernama Monasir (57), asal Desa Kedungharjo, Kecamatan Widang, Tuban. Penemuan mayat mengapung itu berawal PT Saka Indonesia melakukan pendalaman kanal di lokasi pengeboran dengan menggunakan excavator yang dikemudikan Yussain. Sewaktu melakukan pengerjaan, tiba-tiba melihat dari kejauhan ada benda terapung.

Sewaktu didekati ternyata benda tersebut adalah sesosok mayat yang terapung dengan kondisi tengkurap. Jasad tersebut hanya menggunakan celana pendek tanpa memakai baju. Selanjutnya, Yussain melaporkan kejadian ini ke securiti PT Saka Indonesia. Selanjutnya, mayat tersebut diangkat dengan menggunakan excavator dan ditaruh di atas ponton sambil menunggu evakuasi.

Awalnya, penemuan mayat tersebut diinformasikan kepada nelayan Ujungpangkah. Namun, nelayan tidak ada yang mengenalinya, sehingga dilaporkan ke Polsek Ujungpangkah. Setelah dilaukan identifikasi, mayat tersebut dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik

Kapolsek Ujungpangkah AKP Sujito membenarkan adanya penemuan mayat mengapung. “Anggota kami mendapat laporan bahwa mayat yang mengapung itu adalah warga asal Widang Tuban,” ujarnya, Sabtu (6/02/2021).

Masih menurut Sujito, dari adanya informasi itu ada salah satu warga yang hanyut saat memperbaiki saluran air di sawahnya yang berada di bantaran Sungai Bengawan Solo.

“Kami sudah berkordinasi dengan Polsek Widang Tuban. Kemudian datang salah satu keluarga korban ke kamar jenazah RSUD Ibnu Sina Gresik. Setelah dilakukan pengecekan, mayat tersebut adalah keluarganya yang hanyut empat hari lalu saat memperbaiki saluran air di sawah,” pungkasnya. [dny/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar