Peristiwa

Warga Terinjak Banteng, Ini Keterangan TN Alas Purwo

Kasubag TU Balai Taman Nasional Alas Purwo, Muhammad Wahyudi (kanan) saat berada di Resort Pancur beberapa waktu lalu. (rindi)

Banyuwangi (beritajatim.com) – Seorang warga meninggal dunia akibat diduga terinjak kawanan banteng di Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Korbannya, adalah seorang nelayan bernama Sunarto (35) warga Dusun Kutorejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo.

Mengetahui kejadian tersebut, pihak Balai Taman Nasional Alas Purwo telah memberikan konfirmasi. Menurutnya, kejadian itu merupakan kecelakaan biasa. “Ceritanya itu begini, jelasnya saya tidak tahu hanya mendapat informasi dari petugas di sana. Saat itu, dia itu mengendarai sepeda dari rumah mau berangkat ‘ndarung’. Kemudian, saat itu ada banteng lewat dari arah barat dan dia menabraknya,” kata Kasubag TU, Balai TN Alas Purwo, Muhamad Wahyudi, kepada beritajatim.com Senin (7/10/2019).

“Biasanya kan begini, banteng itu kan biasanya rombongan. Nah, yang belakang itu kan kalau ada kejadian biasanya lari to, jadi mungkin terinjak yang belakang. Menurut ceritanya begitu,”tambahnya.

Lokasinya, lanjut Wahyudi, berada di antara hutan TN. Alas Purwo dan Perhutani. Tepatnya, di sekitar Curah Jeru, selatan Dusun Kutorejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo. “Memang daerah itu biasa tempat banteng menyeberang. Tepatnya, Selatannya tikungan dekat Curah Jeru,” katanya.

Sebenarnya, lanjut Wahyudi, TN. Alas Purwo telah memberikan papan peringatan di sepanjang jalur itu. Isinya, peringatan untuk mengurangi kecepatan 40 Kilometer/jam saat melintasi kawasan itu. “Di situ ada tulisan peringatan bagi warga yang melintas untuk mengurangi kecepatannya,” pungkasnya. (rin/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar