Peristiwa

Warga Terdampak Banjir di Desa Tempuran Mojokerto Mulai Terserang Penyakit

Mobil MCK yang disiapkan Pemkab Mojokerto di pintu masuk Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Warga terdampak banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto mulai terserang penyakit. Dari data Pos Kesehatan di lokasi banjir, warga terdampak banjir mulai terserang berbagai penyakit, mulai dari gatal-gatal, alergi, ispa, hipertensi hingga diare.

Salah satu anggota tim posko kesehatan, Khonis Istiana mengatakan, banjir yang menggenangi di dua dusun tersebut terjadi sejak, Minggu (2/2/2020). “Sehingga warga mulai mengeluhkan penyakit. Data yang masuk ke kami, sudah ada kurang lebih 161 warga yang terserang penyakit,” ungkapnya, Kamis (6/02/2020).

Sebanyak 161 warga tersebut dengan rincian 36 warga terserang penyakit ispa, trauma sebanyak 10 warga, hipertensi 26 warga, gastritis (peradangan) sebanyak tujuh warga, mual dan muntah sebanyak dua warga. Myalgia (nyeri otot) sebanyak 26 warga, cek kesehatan sembilan warga, diare enam warga, gatal-gatal 34 warga dan arthritis (radang sendi) lima warga.

“Serangan penyakit terhadap warga terdampak banjir disebabkan karena terkontaminasinya air. Tak hanya itu, banjir juga mencemari sumur warga. Tercatat, ada 29 sumur atau sumber air milik warga tercemar, 28 jamban tidak bisa dipakai dan kondisi Ponkesdes terdampak banjir dan akses terganggu,” jelasnya.

Salah seorang warga Dusun Tempuran, Supi’i (40) mengaku, enggan mengungsi demi menjaga barang-barang berharga yang ada di rumahnya. “Lima malam, saya tidur di atas kursi bambu beralaskan kasur di teras rumah. Kaki saya sudah gatal-gatal karena setiap hari aktivitas di tengah banjir. Ini diberi bantuan salep,” katanya.

Hal senada juga dikatakan, Junaidi (31) warga Dusun Tempuran. Banjir sudah merendam kampungnya hingga beberapa hari tersebut menyebabkan gatal-gatal di kaki. “Selain gatal-gatal, kita juga kesulitan BAB, mandi dan tidur karena banjir sudah merendam beberapa hari,” tambah bapak dua anak ini.

Sementara itu, Pemkab Mojokerto telah mendirikan Dapur Umum (DU), posko kesehatan, posko BPBD dan mobil MCK di Desa Tempuran tepat di pintu masuk. Sejumlah perahu karet disiapkan untuk membantu evakuasi warga dan mengirim makanan.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar