Peristiwa

Warga Sumokali Candi Protes Rencana Pembuatan TPST

Sidoarjo (beritajatim.com) – Warga Dusun Nyamplung Desa Sumokali Kecamatan Candi memprotes keberadaan bangunan yang rencana akan digunakan sebagai tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Lokasi TPST itu berdekatan dengan taman pendidikan alquran (TPQ), musala, dan pemukiman warga.

TPST yang dibangun itu diduga tanpa ada rundingan atau musyawarah terlebih dahulu dengan warga setempat. Warga setempat mengaku tidak pernah diajak berdialog dan lainnya soal pendirian bangunan TPST tersebut.

Selain diduga pendirian TPST tanpa rundingan dengan warga sekitar TPST, dalam pembangunan, juga tidak ada papan nama proyek dan asal anggaran pembangunan TPST yang transparan.

Kata Akroma warga setempat, sebagai warga yang ada disekitar TPST, dirinya dan tetangga lainnya, sama sekali tidak pernah dilibatkan atau diajak rapat dalam soal adanya pembangunan TPST tersebut.

“Jelas nanti kita kena imbas dari adanya TPST tersebut. Mulai bau dan lain sebagainya. Kami tidak sepakat dan akan protes ke Pemdes Sumokali,” katanya, Jumat (25/12/2020).

Dia menambahkan, dampak TPST pasti ada. Mulai dari bau dan lain sebagainya. Terlebih disini juga ada TPQ anak-anak dan juga musala.

“Kami minta pihak desa meninjau ulang TPST itu. Jika tetap akan difungsikan, kami akan melakukan aksi turun jalan atau demo ke kantor desa,” tegas Akroma dengan mendapat aplaus warga lainnya.

Belum ada statmen resmi dari pihak Kepala Desa Sumokali soal penolakan keberadaan TPST oleh sejumlah warga Dusun Nyamplung Desa Sumokali tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kab Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, keberadaan TPST itu tidak ada proses izin ke dinasnya.

Dalam aturan pendirian TPST seharusnya melalui beberapa tahapan. Terutama harus ada ijin dari warga sekitar. “Jarak TPST dengan pemukiman warga, minimal 500 meter. Dan harus ada ijin resmi dari Dinas LHK Kab. Sidoarjo,” tegas Sigit. [isa/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar