Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Warga Sidoarjo Peroleh Uang Baru Rp 3,75 Miliar dari Bank BUMN di Bandung

Tumpukan uang baru yang diamankan Polresta Mojokerto. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – J (29) warga Sidoarjo mendapatkan uang uang baru senilai Rp 3,73 miliar dari Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di wilayah Bandung, Jawa Barat. Uang pecahan Rp 2.000, Rp 5.000, Rp10.000, dan Rp 20.000 tersebut dikirim pihak bank melalui vendor jasa pengiriman.

J menukarkan uang senilai Rp 5 miliar namun menjual Rp 1,27 miliar di wilayah Nganjuk dan Jombang. Sehingga saat anggota Sabhara Polresta Mojokerto mencurigai dua mobil berhenti di dekat exit Gerbang Tol Mojokerto Barat (Mobar), Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto tersisa uang baru tersisa Rp 3,73 miliar.

Hingga saat ini, pihak Satreskrim Polresta Mojokerto tengah menanggni kasus ini. Vendor dan oknum pegawai bank plat merah tersebut telah menjalani pemeriksaan penyidik Satreskrim Polresta Mojokerto sebagai saksi. Hal tersebut disampaikan Rif’an Hanum dan Rekan selaku Advokat dan Konsultan Hukum saksi.

Pengacara asal Mojokerto ini menerima kuasa dari empat orang sekaligus pada tanggal 21 April 2022. Salah satunya dari pegawai bank BUMN di Bandung berinisial RF (29) warga Jatinagor, Sumedang, Jawa Barat. Tiga klien lainnya adalah pegawai vendor jasa pengiriman uang PT TDP yakni ZA (47), warga Cidadap, Bandung, BH (45), dan RAP (32) warga Coblong, Bandung.

“Sesuai dengan panggilan penyidik, RF selaku pegawai bank yang pegang kas besar. Iya, J dan 4 temannya mendapatkan uang baru Rp 5 miliar dari salah satu bank di Bandung, Jabar (Bank BUMN). Mereka sempat menjual uang tersebut ke Nganjuk dan Jombang Rp 1,27 miliar,” ungkapnya, Senin (25/4/2022).

Uang baru senilai Rp 5 miliar dikirim pihak bank ke J di Batang, Jawa Tengah menggunakan vendor jasa pengiriman uang berinisial PT TDP pada tanggal 6 April 2022 lalu. Dari Batang, J bersama empat orang temannya membawa uang baru tersebut untuk dijual di wilayah Jawa Timur. Sampai di Mojokerto, uang bernilai fantastis tersebut tersisa Rp 3,73 miliar.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Rizki Santoso belum merespons saat dikonfirmasi terkait uang senilai Rp 3,73 miliar tersebut didapat dari salah satu Bank BUMN di wilayah Bandung.

Sebelumnya, anggota Satreskrim Polres Mojokerto Kota mengamankan dua mobil jenis Daihatsu Grandmax dan Mitsubhisi Pajero saat berhenti di dekat exit Gerbang Tol Mojokerto Barat (Mobar), Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Dari kedua kendaraan tengah bertransaksi uang baru senilai Rp 3,37 miliar.

Penangkapan bermula dari patroli rutin yang digelar anggota Satsabhara Polresta Mojokerto. Petugas mencurigai keberadaan Grand Max nopol D 8348 EY warna putih yang berhenti jalan gelap di exit Gerbang Tol Mobar pada, Jumat (8/4/2022) sekitar pukul 01.00. Petugas yang curiga mendatangi kedua kendaraan tersebut.

Saat dilakukan pengecekan, ada enam orang dari dua mobil tersebut sedang mengangkat plastik warna putih berisi uang baru. Tumpukan uang baru senilai Rp 5 miliar ada di dalam mobil yang dikendarai JE (29) warga Sidoarjo bersama empat kawannya. Selain kelimanya, terdapat pula seorang pengemudi mobil Mitsubishi Pajero Sport nopol S 1210 XE.

Petugas kemudian mengamankan enam orang beserta uang senilai Rp 5 milyar yang masih bersegel Bank Indonesia lantaran diduga telah menyalahi Standart Operating Procedure (SOP) penukaran uang baru. Uang baru tersebut dalam bentuk pencahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000 serta Rp20.000. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar