Peristiwa

Warga Sampang Belum Terima Ganti Rugi Proyek Normalisasi Sungai Kemuning

Bangunan warga yang berada di pingir sungai Kemuning, Kelurahan Rongtengah. [Foto: Zamachsari/beritajatim]

Sampang (beritajatim.com) – Sebanyak 58 bidang tanah milik warga Kelurahan Rongtengah, Kecamatan/Kabupaten Sampang, terdampak oleh proyek nomalisasi sungai Kemuning, belum jelas kapan mendapatkan ganti rugi. Padahal, proyek tersebut telah memasuki tahun ketiga.

“Saya menjadi benturan warga karena banyak yang tanya kapan ganti rugi tanah yang digunakan untuk pengerjaan proyek tersebut,” kata Wakil, Lurah Rongtengah, Sampang, Senin (19/8/2019).

Wakil juga mengatakan, sampai saat ini pihaknya tidak pernah dilibatkan terkait rencana ganti rugi. Padahal, banyak warganya yang mendatangi kantor kelurahan guna menanyakan sejauh mana proses ganti rugi tersebut.

Lanjut Wakil, adapun dari 58 dokumen bukti kepemilikan tanah warga bervariasi, ada yang dilengkapi sertifikat hak milik, ada yang hanya pepel/leter C dan ada juga yang dokumennya masih belum lengkap, pada prinsipnya warga sangat mendukung proyek normalisasi sungai Kemuning yang sudah berjalan tiga tahun saat ini.

“Warga masih bertanya-tanya terkait kapan kepastian realisasi ganti rugi, sebab hingga saat ini di Kelurahan Rongtengah belum ada pengukuran peta bidang dari Badan Pertanahan Nasional (BPN),” imbuhnya.

Sementara menurut Faruk salah satu warga pemilik lahan terdampak, ada dua lahan miliknya yang kebetulan berdekatan dengan pingir sungai, satu lahan ditempati usaha mebel dan satu lagi lahan yang ditempati rumah.

“Sejak awal memang ada pihak pelaksana kegiatan yang mendatangi kami dan menjelaskan janji ganti rugi tanah yang terdampak normalisasi, kebetulah tanah saya yang ditempati usaha mebel dipastikan terdampak jalan inspeksi nantinya kurang lebih 4×4 meter persegi, namun hingga saat ini belum ada pengukuran,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, warga yang memiliki lahan di pingir sungai Kemuning area Kelurahan Gunung Sekar beberapa waktu lalu tanahnya mulai diukur oleh BPN informasinya pengukuran itu merupakan pendataan awal persiapan ganti rugi lahan warga yang terdampak normalisasi sungai Kemuning. [sar/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar