Peristiwa

Warga Romoo Gresik Keluhkan Luberan yang Diduga Limbah

Luberan air berwarna kecoklatan yang diduga limbah dikeluhkan warga Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Warga Desa Roomo RT 04 RW 02, Kecamatan Manyar, Gresik mengeluhkan luberan yang diduga limbah di jalan raya. Air yang keluar dari aspal itu, selain berwarna cokelat juga terasa lengket ketika dipegang. Petugas mengklaim kebocoran itu merupakan imbas dari pengerjaan pipa PDAM.

Sebelumnya, sejumlah pekerja berpakaian pabrik sedang membersihkan rembesan itu. Menggunakan alat penyapu air dari plastik yang biasanya digunakan di rumah-rumah. Saat ditanya, para pekerja itu mengaku kebocoran pipa PDAM. Padahal, di sekitar lokasi tersebut tidak terlihat proyek pemasangan pipa.

Ada empat titik mengeluarkan air berupa gelembung-gelembung seukuran bola pingpong keluar dari celah retakan aspal. Saat air itu dipegang dengan tangan terasa lengket. Airnya kental seperti minyak juga terkadang rembesan itu disertai bercak putih. Warnanya seperti tercampur lumpur. Meski lengket, ketika air itu dihirup tidaklah dirasakan bau apapun.

Rembesan air itu terkadang deras tapi juga terkadang berhenti. Yang jelas, meski aliran air cukup ringan tapi saluran air milik kampung setempat sudah dipenuhi rembesan air yang diduga tercampur limbah itu.

Salah satu pemilik warung Sita (40) menuturkan, sebelum air muncul aspal disekitar sempat mengembang. Sebab, jalan tersebut dilintasi kendaraan berat, aspal menggelembung itu pun perlahan menyusut dan mengeluarkan air.

“Saat air sudah keluar kemudian berhenti, nanti aspalnya menggelembung lagi dan kalau diinjak langsung menyusut,” tuturnya, Jumat (19/03/2021).

Pemilik toko kelontong itu menyebut, pihaknya tidak tahu semburan air itu dari mana. Sebab, di desanya tidak menggunakan air PDAM. Kemudian, di depan tokonya itu juga tidak ada pipa PDAM.

“Dulu ada pipa besar, yang dipasang sekitar 2011 lalu. Ini tadi sampelnya sudah diambil oleh perangkat desa,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kabid Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Baktiar Gunawan mengatakan, pihaknya sudah menerjukan tim untuk memeriksa rembesan air itu. Menurutnya, luberan air itu berasal dari aktivitas pengeboran untuk pemasangan pipa PDAM yang biasa disebut freak out. Penyebabnya kondisi tanah yang labil disekitar lokasi.

“Saat proses drilling untuk memudahkan dilakukan dengan menambah air bersama chemicals yang ramah lingkungan. Saat ini langkahnya membuat sumur pantek pada dua titik yang berfungsi untuk menampung air yang meluber itu,” pungkasnya. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk