Peristiwa

Warga Resah, Air Sungai Mungkungan Ponorogo Menghitam dan Berbau 


Ponorogo (beritajatim.com) – 
Keresahan dialami oleh warga Dukuh Dulur Madrik Desa Tajug Kecamatan Siman Ponorogo. Pasalnya aliran sungai Mungkungan yang melewati daerah setempat sejak 20 hari yang lalu airnya berubah berwarna hitam dan mengeluarkan bau busuk.

”Keadaan ini sejak 20 hari yang lalu, kami sudah melaporkannya ke pihak desa,” kata Agus (35) warga setempat yang ditemui di sekitar sungai, Senin (5/8/2019).

Perubahan warna dan beraroma busuk itu, diklaim warga akibat aktivitas pabrik tepung tapioka Tajug. Mereka menduga limbah hasil produksi pabrik dibuang ke sungai tersebut.

”Sebelum ada aktivitas produksi, air di  sungai Mungkungan berwarna jernih dan tidak mengeluarkan bau busuk,” katanya.

Kondisi itu, kata Agus juga berimbas pada sektor pertanian warga. Karena sebelumnya warga menggunakan air sungai ini untuk pengairan sawahnya. Namun sekarang airnya berwarna hitam dan berbau, membuat warga berpikir ulang untuk memanfaatkannya.

”Harapannya sih segera ada penyelesaian, takutnya kalau dibiarkan akan menimbulkan bibit penyakit,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo Sapto Djatmiko membenarkan kejadian itu. Pasalnya pihaknya sudah mendapat laporan masalah tersebut. Sapto menyebut sudah mengambil sampel air di sungai Mungkungan. Dirinya saat ini masih menunggu hasil dari labolatorium.

”Sebelum mengetahui hasilnya, kami belum bisa menyimpulkan kalau kondisi air sungai Mungkungan akibat pencemaran dari salah satu pabrik yang berada disekitar situ,” pungkasnya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar