Peristiwa

Warga Protes KTP Ditahan Satgas Covid-19 di Perbatasan Jember

Bupati Faida saat meninjau Stadion Jember Sport Garden (JSG). (foto: Humas Pemkab Jember)

Jember (beritajatim.com) – Warga mempertanyakan prosedur pemeriksaan oleh petugas satuan tugas Covid-19 di perbatasan Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pasalnya, kartu tanda penduduk salah satu warga Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, sempat diambil dan ditahan oleh petugas.

Penahanan KTP ini diprotes Muhammad Iqbal Izzat, salah satu warga, Sabtu (11/4/2020). “Mertua saya dari Banyuwangi mau ke Jember. Beliau pakai mobil pribadi. Sampai pos perbatasan Sempolan, jam setengah dua belas siang, dicegat dan dilakukan pemeriksaan suhu badan dan lain sebagainya oleh petugas,” katanya.

Saat itu suhu dua mertuanya, Untung Sukidi (56) dan Lilik Sulasiatin (43) normal, yakni 35 derajat celcius. “Tujuannya juga disampaikan. Oleh petugas yang menggunakan baju warna oranye, (Untung Sukidi) dimintai KTP, KTP-nya disita. Sampai sekarang posisi KTP masih di situ,” kata Izzat.

Saat itu, mertua Izzat mengatakan hendak menengok cucu. Namun petugas itu justru mengingatkan. “Jangan lama-lama, satu jam saja,” kata petugas itu, sebagaimana ditirukan Izzat.

Izzat pun heran. “Apa begini prosedurnya? Kok ada penahanan KTP. Masa kalau suhu normal, KTP ditahan dan dibatasi jangan lama-lama (berkunjung),” kata pengurus AMPI Jawa Timur ini.

Izzat mengatakan, mertuanya ketakutan. “Mertua sempat menangis, ketakutan, karena kalau tidak pulang malam ini akan dijemput petugas kesehatan dan akan dibawa ke Stadion JSG (tempat karantina, red),” jelasnya.

“Kalau KTP ditahan kan (mempengaruhu) psikis. Akhirnya yang mau bermalam, akhirnya tidak jadi bermalam. Rencana malam ini mau pulang. Ini mau saya kawal, saya antar ke pos, karena KTP disita. Kok bisa begitu,” kata Izzat.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gatot Triyono mengaku belum tahu soal kabar tersebut. “Yang lebih tahu Pak Camat,” katanya.

Camat Silo Nunung Agus Andriyan membantah jika ada penahanan KTP. “Jadi begini: kalau di banner itu kan Ibu (Bupati mengatakan): kembali putar arah dari zona merah atau ke JSG. Kan semua (yang datang) dari zona merah harus digelangi kuning. Kadang ada yang dari zona merah hanya satu jam dua jam di Jember, digelangi kuning tidak mau karena mau ambil barang, jemput anak, dan sebagainya,” katanya.

Warga kabupaten lain yang hanya berkunjung sebentar ke Jember akhirnya menitipkan KTP ke petugas pos. “Mereka dua tiga jam balik. Tidak ada masalah. Kalau kami kaku kan mereka harus digelangi warna kuning, karena mereka dari zona merah, Banyuwangi dan Bali. Ini agar mereka segera kembali lagi ke Banyuwangi,” kata Nunung. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar