Peristiwa

Warga Nirwana Asri Krian Tolak TPST di Dekat Pintu Perumahan

Sidoarjo (beritajatim.com) – Warga Perumahan Nirwana Asri, Kelurahan Kemasan, Kecamatan Krian berunjuk rasa meminta kepada Pemkab Sidoarjo mengkaji ulang Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di dekat pintu masuk perumahan.

Unjuk rasa dilakukan di lokasi TPST, Rabu (3/9/2019) siang. Pengunjuk rasa sebagian besar warga dari RW 05 dari seluruh RT di lingkungan yang ada, yakni RT 17,18,19, dan RT 20. Dalam aksinya warga bergantian berorasi menyampaikan pendapatnya. Warga juga menuangkan uneg-uneg mereka dalam sejumlah spanduk yang dibentangkan di sekitar pintu masuk perumahan.

“Tolak lokasi TPST di depan pintu Perum Nirwan Asri 05,” demikian tulisan di salah satu spanduk tuntutan warga. Beberapa spanduk lain juga bertuliskan keluhan dan penolakan. Seperti “Nirwana diabaikan, kami manusia bukan lalat atau bakteri”, “Kami tidak dihargai, aspirasi kami tidak didengar. Nirwana juga manusia, kenapa kami yang harus merasakan”.

Dalam siaran pers yang dibagikan kepada wartawan, warga menyatakan sikap penolakan mereka didasarkan pada beberapa hal. Intinya, selama ini warga RW 05 belum pernah memberikan persetujuan atas rencana pembangunan TPST tersebut.

Penolakan warga bermula ketika perwakilan warga 05 mengikuti rapat pertama kali perihal pemberitahuan rencana pembangunan TPST di kelurahan, pada 26 Juni. Saat itu perwakilan warga belum memberikan persetujuan karena rencana pembangunan mesti dirundingkan dengan pengurus RW 05 dan pengurus RT di lingkungan tersebut.

Warga juga meminta beberapa hal untuk dijadikan bahan pertimbangan serta persetujuan dari warga. Diantaranya denah lokasi TPST dan surat resmi dari kelurahan perihal persetujuan dari warga. “Tapi saat itu surat edaran belum sampai ke warga,” kata Arif Rahman salah satu perwakilan warga Perumahan Nirwana Asri.

Setelah itu, pada 15 Juli, pihak RW 05 mengadakan pertemuan dengan mengundang pihak kelurahan, pengurus RT, dan perwakilan warga sebagai tindak lanjut pertemuan sebelumnya. Pada saat itu pihak kelurahan tidak menunjukkan denah maupun detil rencana pembangunan TPST. “Saat itu dihasilkan keputusan, jika pihak kelurahan tidak akan membangun TPST sebelum mendapat persetujuan warga,” tandasnya.

Faktanya, sambung dia, pembangunan TPST sudah mulai dilakukan per 21 Agustus lalu meski belum mendapat persetujuan dari warga. Selain berdemo, warga juga telah melayangkan surat keberatan ke pihak DPRD Sidoarjo pada 30 Agustus lalu. Dalam surat yang dilayangkan ke legislatif, warga melampirkan kronologis seputar rencana pembangunan. Selain itu lampiran tandatangan penolakan dari kurang lebih 300 warga setempat. (isa/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar