Peristiwa

Warga Morokrembangan Bagikan Ribuan Masker dan Wedang Pokak

Surabaya (beritajatim.com) – Ibu-Ibu PKK bersama warga Morokrembangan ikut terjun langsung membagikan ribuan masker, telur rebus, dan wedang pokak. Mereka juga melakukan penyemprotan disinfektan tiga kali setiap minggunya. Hal itu merupakan bentuk perhatian mereka dalam semangat bersama-sama memerangi virus Covid-19.

Saifudin Hadi selaku Sekretaris RW 06 Tambak Asri Kelurahan Morokrembangan Kecamatan Krembangan menyatakan, pembagian telur dan wedang pokak dilakukan demi menambah imunitas warga. Kegiatan itu juga merupakan bagian dari program Kampung Anti Corona (KARINA). Kegiatan yang diinisiasi oleh relawan Eri Cahyadi.

“Warga yang punya imun tinggi tentu bisa melawan virus Covid-19. Telur matang dan wedang pokak ini memang dipercaya bisa memperkuat imun, mencegah virus masuk ke tubuh,” ujar Saifudin Hadi, Senin (11/5/2020).

Warga sekitar pun merespons positif kegiatan yang dilakukan. Bahkan, sampai membuat panitia sedikit kewalahan. “Untung kami siapkan protokol khsus, supaya tetap jaga jarak, tetap physical distancing. Jadi warga yang datang, langsung gerak cepat membagikan, jadi nggak ada yang sampai menumpuk. Jarak aman tetap terjaga,” ujarnya.

Saifudin berharap, apa yang dilakukan bisa membantu mengentikan penyebaran virus corona. “Bu Risma dan Pak Eri kan sudah bekerja, nah kita, para warga dan relawan, membantunya secara swadaya. Semoga sinergi ini bisa semakin menghambat penyebaran virus Covid-19,” tegasnya.

Sebagai informasi, sejak Indonesia dinyatakan darurat pandemi, Saifudin dan rekan-rekannya bergerak dengan tujuan agar kampung-kampung di Surabaya memiliki protokol mandiri pencegahan corona. Mereka mendorong karantina wilayah dilakukan di kampung-kampung dengan membatasi lalu lintas warga sekaligus disiplin penggunaan alat pencegahan.

Program yang diberi nama Kampung Anti Corona (KARINA) itu tak hanya fokus di bidang kesehatan, tapi juga ekonomi. “Karena virus ini datang kepada kita tidak hanya berupa penyakitnya. Tapi juga dampak ekonomi yang tak kalah mematikan akibatnya,” kata Saifudin.

Di tengah kesulitan warga karena pandemi global,Saifudin bersama rekan-rekannya lebih banyak bergerak untuk membantu meringankan beban masyarakat akibat Covid-19. “Sejak awal fokus kami bukan semata politik. Tapi menjadi solusi di tengah masyarakat. Alhamdulillah, program ini direspons baik oleh warga kampung. Insya Allah sudah ada 1.000 KARINA di Surabaya,” pungkasnya. [ifw/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar