Peristiwa

Warga Medokan Semampir Aksi Tolak Mafia Tanah

Surabaya (beritajatim.com) – Puluhan warga Medokan Semampir Surabaya melakukan aksi pasang banner tolak mafia tanah, yang mencaplok bantaran sungai di wilayahnya.

“Bantaran sungai 50 meter ini mutlak kewenangannya garis besar atau provinsi Jawa Timur. Tapi fakta di lapangan dikuasai oleh pengembang,” kata Wahadi, salah seorang warga Medokan Semampir Surabaya, Jumat (6/3/2020).

Menurut dia, ada sekitar 15 hektare tanah di bantaran sungai Medokan Semampir yang beralih kepemilikan. Sehingga, mereka menuntut agar diusut tuntas, karena ada dugaan praktik korupsi.

“Kami sebagai warga marginal tidak terima adanya lokasi kami, karena kami berdomisili di sini gak ujug-ujug. Ini peran dari bapak-bapak kita, dari kita sendiri ini babat alas dulu, setelah padang ditempati warga semua. kok enaknya pengembang itu asal comot saja kan kurang etis,” tambah Wahadi.

Mereka berharap pemimpin Surabaya ke depan pengganti Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini adalah yang mempunyai semangat anti korupsi dan bisa menyelesaikan persoalan ini.

“Teman-teman yang ada di Medokan sampai Ujung Kenjeran siap mengantar dan mendukung calon pemimpin kota Surabaya yang bersih, jujur, adil dan tidak berpihak kepada koruptor. Harus diamankan Surabaya agar bersih dari koruptor,” pungkas Wahadi. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar