Peristiwa

Warga Lumajang Gelar Aksi Tolak Radikalimse

Komunitas Tolak Radikalisem Lumajang gelar aksi di Alun-ALun Kota.

Lumajang (beritajatim.com) – Seratus lebih masyarakat Lumajang menggelar aksi tolak radikalisme berkembang di Indonesia.

Aksi ini digelar keprihatinan terhadap penterangan terhadap Menkopolhukam, Wiranto di Pandegelang – Banten.

Aksi yang dilakukan komuitas masyarakat Lumajang anti Radikalisme digelar di Kawasan Alun-Alun, Minggu (13/10/2019). Mulai dari pembagian bunga, musik dan deklarasi menolak kekerasan diruang publik.

“Aksi ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap masyarakat Indonesia yang belum paham bahaya terorisme,” kata Dienof Feri Santoso (49) salah satu korlap aksi pada wartawan.

Menurut dia, paham radikalisme bisa menimpa siapa saja bila tidak mampu mefilters informasi. Apalagi adanya media sosial menjadi alat propaganda kelompok kepentingan.

“Aneh saja, penusukan terhadap pak Wiranto dibilang Drama dan Setting oleh bangsa ini sendiri. Untuk itu tolak radikalisme dan kekerasan,” paparnya.

Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban mengaku senang dengan gerakan masyarakat peduli terhadap bahaya dari paham radikalisem dalam bentuk apapun. Pasalnya, agama tidak mengajarkan kekerasan atau memusuhi yang tidak seiman.

“Radikalisme adalah bagian dari kelompok tertentu untuk memecah bangsa ini,” paparnya.

Aksi Komunitas Tolak Radikalisme Lumajang mendapat perhatian warga lainya untuk gabung. Karena tidak ingin daerahnya jadi tempat munculnya aksi radikalisme. (har/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar