Peristiwa

Warga Kertajaya Bahagia, MA-Mujiaman Pastikan Kawal Pembebasan Surat Ijo di Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Warga Kelurahan Kertajaya IV RT 11 Kecamatan Gubeng begitu antusias menyambut kedatangan calon wakil wali kota nomor urut 2 Mujiaman. Mereka berharap tokoh yang maju mendampingi Machfud Arifin itu bisa meringankan beban masyarakat yang selama ini membayar retribusi dan pajak ganda karena menempati lahan berstatus surat ijo.

Di depan gang kampung, warga sudah memasang spanduk sambutan bertuliskan bebaskan surat ijo. Sebab, mayoritas warga kelurahan Kertajaya merupakan pemegang surat ijo. Dari 11 RT, ada 10 RT yang seluruh labanya berstatus surat ijo. Satu RT menempati lahan milik PT KAI (Kereta Api Indonesia).

Bambang, Ketua Satgas Surat Ijo yang juga warga setempat mengaku warga merasa sangat terbebani dengan adanya retribusi dan pajak ganda. Sebab, tidak semua warga memiliki kemampuan untuk membayarnya. Karena itu, dia berharap kepada Machfud dan Mujiaman agar bisa meringankan beban warga. “Kita dulu sudah dijanjikan oleh bu Risma bahwa surat ijo akan dibebaskan. Tetapi sampai sekarang juga belum ada kejelasannya,” ungkapnya.

Tentu, hal itu membuat warga kecewa. Warga, kata Bambang, menginginkan adanya perubahan ke arah yang lebih baik. “Kami sudah membentuk posko pemenangan di kampung-kampung. Kita akan all ikut membantu pemenangan calon nomor dua karena kami memiliki keyakinan pak Machfud dan Mujiaman bisa menyelesaikan masalah surat ijo,” katanya.

Secara terpisah, Mujiaman yang hadir di tengah warga memastikan surat ijo akan menajdi program prioritas jika dirinya diberi amanah memimpin Kota Surabaya bersama Machfud. Mantan Dirut PDAM itu tidak ingin mengumbar janji. “Pastikan tanggal 9 Desember nanti coblos nomor dua, coblos brengose. Insya Allah, masalah surat ijo akan kami selesaikan,” ucapnya.

Lulusan Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu memastikan bisa merasakan apa yang dirasakan warga selama puluhan tahun. Sebab, rumahnya di RW 3 Kelurahan Dukuh Kupang menempati lahan yang juga berstatus surat ijo. “Kulo bayar Rp 12 juta pak, buk. Jadi, saya betul-betul bisa merasakan apa yang njenengan semua rasakan. Insya Allah, saya bersama pak Machfud akan memperjuangkan ini,” tuturnya.

Mujiaman menjelaskan lebih detail program pembebasan surat ijo yang menajdi salah satu program unggulannya. Yang perlu dibebaskan adalah retribusinya. Itulah yang selama ini menjadi beban warga.

Menurut Mujiaman, itu merupakan wewenang penuh wali kota dan sangat bisa dilakukan melalui kebijakan politik wali kota. Tidak perlu menunggu persetujuan menteri. “Tinggal mau apa tidak. Dan saya pastikan saya bersama pak Machfud mau melakukan itu untuk panjenengan semua,” terangnya.

Nah , untuk mengembalikan atau merubah surat ijo menjadi SHM (sertifikat hak milik), tentu butuh proses lebih lanjut. Mujiaman memastikan jika tanah itu memang hak warga akan dikembalikan ke warga. “Yang terpenting yang harus diselesaikan dulu adalah retribusinya. Saya ini merasakan betul, dan itu sebetulnya hanya butuh good will dari wali kota, selesai sudah,” jelasnya. [ifw/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar