Peristiwa

Warga Kalilom Kenjeran Surabaya Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Petugas kepolisian Polsek Kenjeran, Surabaya, saat melakukan pemeriksaan korban bunuh diri, Sabtu (10/8/2019).(istimewa)

Surabaya (beritajatim.com)– Warga Jalan Kalilom Lor, Kenjeran, Surabaya, Sabtu (10/8/2019) geger dengan penampakan sosok seorang gantung diri di belakang pintu rumah milik Eko Sukamto (55).

Sosok lelaki yang mengenakan kaos hitam ini nampak tergantung di belakang pintu. Tak plak, sejumlah warga yang melihat pun langsung bersama-sama melakukan penyelamatan dengan menurunkannya.

Betapa mengejutkan, lelaki tersebut ternyata Eko Sukamto (55) yang saat itu sendirian di rumahnya.

“Saya lihat samar kalau ada orang tergantung. Lalu saya dekati dan ternyata pak Eko Sukamto,” jelasnya Saiun(45) kepada petugas kepolisian Polsek Kenjeran, Surabaya.

“Tapi setelah saya turunkan bersama warga ternyata pak Eko sudah tiada. Innalilahi,” lanjutnya sembari mengelus dada.

Menurut keterangan keluarga, Eko Sukamto diketahui mengidap penyakit asma yang sudah menahun.

Diduga karena tak tahan dengan oenyakitnya, Eko pun lantas mengakhiri hidupnya dengan menggantungksn diri.

“Sementara dugaan ksrena sakit dan tak ada pesan khusus ke keluarga. Korban juga sudah sakit lama mungkin juga itu penyebabnya (bunuh diri),” papar Kasat Reskrim Polsek Kenjeran, Iptu Hendri Subandrio kepada beritajatim.com.

Lebih lanjut Iptu Hendri menjelaskan, karena keluarga sudah menerima jika korban melakukan bunuh diri. Pihak keluarga besar korban pun menolak jika korban dilakukan pemeriksaan autopsi luar maupun dalam.

“Pihak keluarga maunya korban langsung dimandikan dan dimakamkan. Jadi petugas tak bisa melaksanakan proses autopsi jenazah,” tandas Iptu Hendri.(man/ted)

 





Apa Reaksi Anda?

Komentar