Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Warga Jember Unjuk Rasa Inginkan Perda Rehab Pengguna Narkoba

Aksi unjuk rasa anti narkoba di Jember

Jember (beritajatim.com) – Puluhan orang warga dari 50 organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam Generasi Anti Narkoba berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, menuntut ketegasan pemberantasan narkoba, Senin (13/6/2022).

Mereka menilai peredaran narkoba sudah mengkhawatirkan.

Kekhawatiran itu bukannya tanpa alasan. Beberapa hari sebelumnya, polisi membekuk dua tersangka pengedar narkoba dengan barang bukti sabu-sabu seberat satu kilogram.

Sebelumnya, polisi juga membongkar peredaran pil koplo di kalangan pelajar sekolah menengah pertama.

“Untuk ukuran Jember, baru sekarang penangkapan dapat segitu (1 kilogram). Biasanya kalau segitu yang menangkap adalah Polda (Kepolisian Daerah) Jatim atau BNN (Badan Narkotika Nasional),” kata Linnasrillah Nurul Subekti, koordinator aksi yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah GANN (Gerakan Anti Narkotika Nasional) Jawa Timur.

Linnasrillah menekankan perlunya ada perbedaan perlakuan antara pengedar dan pemakai. Ia ingin ada peraturan daerah di Jember untuk menangani rehabilitasi dan penyembuhan pengguna narkoba. Pemkab Jember diminta membuat tempat rehabilitasi. “Pemakai direhab, sedangkan pengedar silakan diproses hukum,” katanya.

David Handoko Seto, salah satu anggota DPRD Jember, menemui perwakilan pengunjuk rasa. “Kami mengapresiasi apa yang dilakukan teman-teman Generasi Anti Narkoba. Kita sama-sama sepakat menolak narkoba dan Jember harus bebas narkoba,” katanya.

Parlemen juga memuji keberhasilan Kepolisian Resor Jember mengungkap peredaran sabu-sabu dengan barang bukti satu kilogram. “Salah satu komitmen kami adalah membuat Program Legislasi Daerah (Prolegda) untuk membuat peraturan daerah mengamtisipasi menyebarmya narkoba di Jember,” kata David.

David setuju Jember harus memiliki tempat rehabilitasi buat pengguna narkoba dan anak-anak. “Dengan demikian Pemkab Jember bisa ikut meminimalisasi peredaran narkoba,” katanya. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar