Peristiwa

Warga di Mojokerto Tolak Rencana Pendirian Pabrik Minuman Beralkohol

Warga Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto saat mengikuti sosialisasi Rencana Pendirian perusahaan minuman beralkohol PT Hardcorindo Semesta Jaya yang bertempat di kawasan NIP.

Mojokerto (beritajatim.com) – Warga di Kecamatan Ngoro mengikuti sosialisasi rencana pendirian perusahaan minuman beralkohol PT Hardcorindo Semesta Jaya yang bertempat di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP). Setidaknya ada perwakilan warga di lima desa yang datang di pendopo Kecamatan Ngoro.

Yakni Desa Ngoro, Desa Lolawang, Desa Sedati dan Desa Jedong, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Selain itu juga ada tokoh agama, Kepala Desa (Kades) dari lima desa tersebut dan ulama. Sejumlah petugas dari TNI-Polri juga turut memantau jalannya sosialisasi.

Plt Camat Ngoro, Faizun mengatakan, pihaknya saat ini sedang mengumpulkan perwakilan dari lima desa untuk menggelar sosialisasi terkait akan didirikanya perusahaan minuman beralkohol di kawasan NIP. “Ini tindak lanjut dari surat DLH untuk memfasilitasi terkait izin dari perusahaan tersebut,” ungkapnya, Rabu (11/11/2020).

Namun pasca dilakukan sosialisasi, lanjut Plt Camat, warga di lima desa tersebut menolak adanya rencana pembangunan pabrik beralkohol PT Hardcorindo Semesta Jaya di Blok J-11 Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Karena perusahaan tersebut memproduksi minuman beralkohol lebih dari 40 persen.

“Ini yang ngomong bukan mengatasnakan organisasi, tapi ini tokoh agama dan warga masyarakat sekitar. Meskipun dari pihak managemen perusahaan telah memaparkan beberapa materi, termasuk tentang hasil produksi yang dihasilkan tidak dijual di wilayah Indonesia, warga tetap menolak,” katanya.

Plt Camat menambahkan, memang dalam sosialisasi dijelaskan jika perusahaan akan memproduksi minuman beralkohol lebih dari 40 persen. Sepengetahuanya, perusahaan tersebut merupakan salah satu perusahaan yang ada di Indonesia dibawah naungan Mayora.

Ditemui terpisah, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mojokerto, Abdul Wahid Rozaq mengutuk keras adanya rencana pembangunan perusahaan yang memproduksi minuman beralkohol. Ini lantaran dilarang agama.

“Meskipun hasil pabrik tak dipasarkan di Indonesia, kita menolak. Karena ini pabrik yang memproduksi barang haram. Kita harus melindungi anak-anak muda ini dari hal negatif, ini panggilan dakwah, panggilan jidah, tidak bisa ditawar,” tegas salah satu ulama di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto ini.

Sementara itu, manajemen perusahaan PT Hardcorindo Semesta Jaya saat dikonfirmasi usai sosialisasi rencana pendirian perusahaan minuman beralkohol PT Hardcorindo Semesta Jaya yang bertempat di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) enggan memberikan komentar terkait penolakan warga. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar