Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Warga di Gresik Keluhkan Menumpuknya Sampah di Tepi Jalan Raya

Gresik (beritajatim.com) – Permasalahan sampah di wilayah Kabupaten Gresik belum ada solusinya. Terlebih lagi, tempat pembuangan akhir (TPA) di Ngipik dinyatakan overload sejak 2018. Imbasnya, muncul tempat pembuangan sementara (TPS) tidak terurus seperti di Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng. Bahkan, sampah sampai berserakan di jalan raya.

Banyaknya sampah sampai meluber itu membuat petugas kesulitan mengambil gundukan yang tidak terurus itu. Kondisi tersebut juga menyebabkan pemandangan tak sedap. Sampah yang menumpuk itu, bukan hanya warga Desa Bulurejo saja yang membuang di sana, melainkan juga warga luar desa. Hal ini karena lokasi TPS berada di jalan alternatif Cerme-Benjeng yang ramai dilalui masyarakat.

Kepala Desa Bulurejo, Imam Shofwan mengeluhkan lantaran adanya warga dari luar desa yang membuang sampah di TPA desanya. Bahkan, Imam pernah menghitung pembuang sampah di sana. “Saat itu, saya standby di dekatnya TPS, dari habis Maghrib sampai Isya. Dari 23 orang yang membuang sampah 19 orang diantaranya dari luar,” ujarnya, Senin (4/7/2022).


Ia menambahkan, akibat menumpuknya sampah di TPS tersebut, petugas yang mengambil sampah kesulitan. Ini disebabkan banyaknya sampah yang berserakan dan sudah overload.

“Setiap pagi memang ada petugas yang mengambil sampah tersebut. Kemungkinan karena banyaknya sampah dari luar desa. Sehingga, membuat petugas kewalahan.Kami harap jika sudah penuh jangan ikut membuang di sini, karena sampai meluber ke jalan raya,” imbuhnya. [dny/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar